Toleransi beragama dan pengakuan istri cantik

Telaah

Toleransi beragama dan pengakuan istri cantik

  • Oleh Masuki M. Astro
  • Sabtu, 25 Oktober 2025 11:05 WIB
  • waktu baca 4 menit
Toleransi beragama dan pengakuan istri cantik
Seorang pengunjung mengunjungi pameran “Gus Dur dan Daisaku Ikeda untuk Kemanusiaan: Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian” di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (13/10/2025). (ANTARA/HO-Humas Yayasan Bani Abdurrahman Wahid)

Ketika terpaksa ada masalah, maka dengan landasan kasih sayang, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan akhir yang baik.

Bondowoso (ANTARA) – Berbicara mengenai toleransi antarpemeluk agama, seseorang, termasuk yang Muslim, seringkali menghadapi dilema kejiwaan yang tergolong rumit, saat masuk ke perenungan yang lebih mendalam.

Di satu sisi, seorang penganut agama tertentu, termasuk Muslim, harus meyakini bahwa agamanyalah yang paling benar. Pada tarikan napas yang sama, ia pun harus mengakui bahwa di agama yang lain juga ada kebenaran.

Bagaimana kita seharusnya menyikapi dilema psikis seperti itu pada saat seseorang ingin masuk pada pemahaman dan sikap toleran kepada pemeluk agama lain?

Secara ringan dan sangat menyentuh pada kesadaran yang terdalam, KH Buya Syakur Yasin, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Cadangpinggan, Indramayu, Jawa Barat, memberikan ilustrasi yang menarik mengenai perasaan seorang suami atas istrinya yang cantik.

Ketika seorang suami merasa istrinya sangat cantik, bahkan paling cantik sedunia, lelaki itu juga harus membuka ruang kesadaran bahwa istri orang lain juga cantik, setidaknya menurut suaminya. Karena itu, seorang suami yang merasa istrinya paling cantik tidak perlu berdebat, protes, apalagi bentrok dengan lelaki lain yang juga mengaku istrinya cantik atau paling cantik.

Seperti itulah kita menempatkan agama yang kita yakini bersanding setara dengan agama yang diyakini oleh orang lain.

Sikap intoleran yang kerap menyebabkan kekacauan karena permusuhan antaragama, terjadi karena satu kelompok agama memaksa kelompok agama lain untuk mengakui bahwa agama mereka yang paling benar.

Baca juga: Menag: Masjid dan gereja berdekatan contoh hidup beragam tapi harmonis

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pelepasan minyak strategis mungkin menenangkan pasar namun tidak dapat memperbaiki gangguan Hormuz

    Ratusan kapal tanker menganggur di kedua sisi Selat Hormuz ketika Iran secara efektif menutup jalur udara tersebut, mendorong harga minyak di atas $100 – tertinggi sejak tahun 2022, setelah dimulainya…

    Trump memenangkan pemilu angkatan laut untuk membuka Selat Hormuz: Bisakah ini berhasil?

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam angkatan laut untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz, yang menjadi jalur transit seperlima pengiriman minyak dunia, ketika pasar minyak terguncang akibat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *