Mendiktisaintek prihatin atas kasus dugaan perundungan mahasiswa Unud

Mendiktisaintek prihatin atas kasus dugaan perundungan mahasiswa Unud

  • Minggu, 19 Oktober 2025 19:52 WIB
  • waktu baca 2 menit
Mendiktisaintek prihatin atas kasus dugaan perundungan mahasiswa Unud
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan keterangan seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya kawasan Kertanegara ANTARA/Andi Firdaus

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas meninggalnya Timothy Anugrah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana, Bali, yang diduga menjadi korban perundungan rekan-rekannya.

Dalam keterangan kepada awak media seusai rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu, Brian langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Rektor Universitas Udayana (Unud) untuk meminta penjelasan serta memastikan langkah penanganan yang telah dilakukan kampus.

“Kami tentu sangat kaget dan sangat prihatin dengan musibah yang menimpa Timothy Anugrah Saputra, salah satu mahasiswa di Universitas Udayana. Pak Rektor sudah kami hubungi, kami meminta penjelasan,” katanya.

Brian mengatakan kampus harus menjadi ruang yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Ia mengingatkan bahwa Kemendiktisaintek telah memiliki dasar hukum yang jelas untuk mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan perguruan tinggi melalui Permendikbud Nomor 53 Tahun 2024.

“Kita sudah punya aturan untuk pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus. Kami meminta kampus benar-benar memastikan ruang akademik tetap kondusif dan aman bagi semua mahasiswa,” katanya.

Timothy Anugerah Saputra (22) ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri pada Rabu (15/10). Mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi Universitas Udayana itu disebut mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan dari rekan-rekannya.

Peristiwa ini memicu gelombang simpati dan kemarahan publik, terlebih setelah beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang menunjukkan korban sering dijadikan bahan ejekan.

Usai kejadian, sebagian mahasiswa Unud justru melecehkan kematian Timothy di media sosial, yang kemudian memantik kecaman luas di dunia maya.

Baca juga: Komisi X DPR ingatkan kampus harus jadi ruang aman dari perundungan

Baca juga: UI dan Kemendikbudristek kerja sama cegah perundungan dan kekerasan

Baca juga: Menristekdikti: mahasiswa pelaku perundungan bisa dikeluarkan

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Tim Gabungan Cari Black Box Pesawat ATR di Bulusaraung

    ‎‎TIM gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi terhadap korban dan puing pesawat ATR 42-500 yang dinyatakan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 17 Januari 2026. Kepala Balai…

    Anggota DPR Minta Kemenhub Investigasi Insiden Pesawat ATR

    WAKIL Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda menanggapi peristiwa hilang kontak yang dialami pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan pada Januari lalu. Saat ini, tim…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *