Kemarin, reaksi tayangan soal pesantren hingga tunggakan iuran BPJS

Kemarin, reaksi tayangan soal pesantren hingga tunggakan iuran BPJS

  • Rabu, 15 Oktober 2025 07:46 WIB
  • waktu baca 2 menit
Kemarin, reaksi tayangan soal pesantren hingga tunggakan iuran BPJS
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/10/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad/pri.

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita humaniora kemarin yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari PBNU tempuh jalur hukum atas tayangan Trans7 yang dinilai hina pesantren hingga Cak Imin ungkap alasan pemerintah bantu bangun Al Khoziny pakai APBN.

1. PBNU tempuh jalur hukum atas tayangan Trans7 dinilai hina pesantren

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh yang dimuliakan kalangan nahdliyin.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

2. Menko PM: Pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan dirapatkan besok

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyebutkan pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan akan segera didiskusikan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

3. Pesantren di Kediri tuntut permintaan maaf langsung Trans7 ke Lirboyo

Pesantren di Kediri, Jawa Timur menuntut permintaan maaf secara langsung atas tayangan televisi Trans7 dalam program Xpose Uncesored yang dinilai membuat sakit hati para ulama dan santri.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

4. LPOI ajak publik tetap tenang sikapi tayangan soal pesantren

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi tayangan yang disiarkan Trans7 yang dinilai menyudutkan pesantren dan ekosistemnya.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

5. Cak Imin ungkap alasan pemerintah bantu bangun Al Khoziny pakai APBN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan alasan mengapa pemerintah harus membantu pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny yang ambruk dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Drainase Proyek Tersumbat di Tamansari Bogor Picu Banjir-Batu Berserakan

    Jakarta – Hujan deras mengakibatkan material proyek pembangunan gedung menyumbat drainase di Tamansari, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Aliran air dan bebatuan proyek kemudian meluap hingga memenuhi jalan raya dan rumah…

    Perang narkoba yang dilakukan Duterte akan diadili di ICC

    Ketika lembaga-lembaga dunia Goyah, Den Haag secara tak terduga menjadi pusat perhatian yang sudah lama ditolak di Filipina. Proses konferensi di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada akhir bulan Februari memberikan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *