Tiga pemanjat tebing muda Indonesia tampil di World Cup Koper 2025

Panjat Tebing

Tiga pemanjat tebing muda Indonesia tampil di World Cup Koper 2025

  • Jumat, 5 September 2025 01:47 WIB
  • waktu baca 2 menit
Tiga pemanjat tebing muda Indonesia tampil di World Cup Koper 2025
Ilustrasi- Seorang atlet panjat tebing sedang memanjat dinding buatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

Jakarta (ANTARA) – Tiga pemanjat tebing muda Indonesia akan berlaga pada IFSC Climbing World Cup Koper 2025 nomor lead yang berlangsung di Koper, Slovenia, 5–6 September.

Skuad Merah Putih menurunkan dua wakil putra yakni, Putra Tri Ramadani dan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang, serta satu wakil putri Sukma Lintang Cahyani.

Berdasarkan laman resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), Jumat, ajang ini menjadi seri terakhir Piala Dunia 2025 untuk disiplin lead, sekaligus menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam memperluas kiprah di luar nomor speed.

Putra adalah pemanjat tebing 19 tahun. Sepanjang 2025, dia telah tampil dalam rangkaian Piala Dunia seperti di Bali dengan menempati peringkat 17, Innsbruck, Austria di posisi 16 dan di Madrid Spanyol juga menempati urutan 16.

Sementara Rizky yang berusia 21 tahun juga tercatat tampil di Piala Dunia Wujiang (posisi 32), Bali (8), Innsbruck (12), Chamonix (58), dan Madrid (26).

Lalu untuk Sukma yang kini berusia 20 tahun juga tampil di ajang serupa dengan hasil Wujiang (18), Bali (28), Innsbruck (35), Chamonix (28), dan Madrid (31).

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indonesian Climbing Federation (@fpti_official)

Baca juga: FPTI evaluasi tim usai IFSC Youth Asian Championship Guiyang 2025

Sebelumnya, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kekuatan di disiplin lead dan boulder untuk menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028.

Selama ini, Indonesia dikenal mendominasi nomor speed. Namun dengan format baru Olimpiade Los Angeles 2028, panjat tebing akan mempertandingkan tiga disiplin speed, lead, dan boulder secara terpisah dengan masing-masing memperebutkan dua medali untuk sektor putra dan putri.

Dengan demikian, total enam medali akan diperebutkan pada Olimpiade 2028, meningkat dari empat medali pada Olimpiade Paris 2024 yang masih menggunakan format kombinasi (lead dan boulder) serta speed.

Baca juga: Desak Made sabet emas di World Games 2025

Baca juga: Indonesia tutup World Games 2025 di peringkat ke-20 klasemen medali

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Polisi Tangkap 2 Penjual Obat Keras Berkedok Toko Kelontong di Jaksel

    Jakarta – Polisi menangkap dua penjual obat keras berinisial WA dan M di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebanyak 28.243 butir obat keras disita. Kronologinya, pada Jumat (13/3/2026) pukul 21.00 WIB. Mulanya,…

    Harga Minyak Makin Bebani APBN, Ini Saran Eddy Soeparno

    Jakarta – Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menanggapi potensi tembusnya defisit APBN hingga 3,18-4% akibat meningkatnya beban fiskal karena lonjakan harga migas. Ia yakin tim ekonomi pemerintah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *