Muhaimin: Sekolah Rakyat entaskan tiga juta masyarakat miskin ekstrem

Muhaimin: Sekolah Rakyat entaskan tiga juta masyarakat miskin ekstrem

  • Sabtu, 23 Agustus 2025 07:57 WIB
  • waktu baca 2 menit
Muhaimin: Sekolah Rakyat entaskan tiga juta masyarakat miskin ekstrem
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. ANTARA/HO-Kemenko PM

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar optimistis bahwa Sekolah Rakyat akan mampu mengentaskan tiga juta masyarakat miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat akan berdampak kepada tiga juta orang miskin yang akan tertangani dengan sungguh-sungguh,” kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Sabtu.

Pasalnya, program Sekolah Rakyat yang tengah berjalan menyasar pada siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengentaskan kemiskinan.

Menko Muhaimin menuturkan pertambahan jumlah Sekolah Rakyat ke depan juga akan membawa dampak kepada 27 juta masyarakat miskin di Tanah Air.

Oleh karena itu, ia meminta para tenaga pengajar Sekolah Rakyat agar bersungguh-sungguh dalam mengajar para siswa secara akademis dan karakter.

“Ini modal amat sangat besar untuk investasi Indonesia berjangka waktu 15 hingga 20 tahun yang akan datang,” ujar Muhaimin Iskandar.

Sesuai Inpres 8/2025, Menko Muhaimin Iskandar diamanahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkoordinasikan 47 kementerian dan lembaga terkait untuk menyukseskan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat akan menjadi rumah pemberdayaan bagi anak-anak dari keluarga miskin demi menciptakan sumber daya manusia yang berdaya dan mandiri.

Program ini turut menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan dengan memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin.

Lewat Sekolah Rakyat, diharapkan beban pengeluaran keluarga miskin untuk pendidikan tidak hanya berkurang, tapi juga masa depan anak-anak mereka akan lebih baik.

Baca juga: Prabowo: Tugas guru Sekolah Rakyat putus rantai kemiskinan

Baca juga: Gibran ajak puluhan siswa SR-panti asuhan di Pontianak berbelanja buku

Baca juga: Mensos: Bakat siswa dipetakan sejak awal masuk Sekolah Rakyat

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Gus Ipul: 5 Juta KPM PKH Jatim Akan Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

    Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan siap mendorong 5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur menjadi anggota Koperasi Desa Merah…

    TNI Siaga 1, Kepala Bappisus Bilang SOP Rutin Jelang Lebaran

    Jakarta – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto buka suara soal status siaga 1 yang ditetapkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Menurut dia, hal itu merupakan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *