Kopri PMII sebut perempuan harus hadir dalam diskursus global

Kopri PMII sebut perempuan harus hadir dalam diskursus global

  • Minggu, 27 Juli 2025 10:23 WIB
  • waktu baca 2 menit
Kopri PMII sebut perempuan harus hadir dalam diskursus global
Kopri PB PMII menyelenggarakan Bedah Buku berjudul “Mengarungi Jejak Merajut Asa, 75 Tahun Indonesia-Tiongkok”. (ANTARA/HO-Kopri PMII)

“Kami percaya bahwa kader perempuan Kopri harus hadir dalam setiap lapisan wacana publik, termasuk di panggung internasional,”

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) PB PMII Wulan Sari menegaskan pentingnya pelibatan kader perempuan dalam diskursus global agar bisa hadir di panggung internasional.

Dia menyebut bahwa literasi internasional bukan hanya kebutuhan, melainkan prasyarat bagi kader perempuan untuk dapat berdaya dan memimpin.

“Kami percaya bahwa kader perempuan Kopri harus hadir dalam setiap lapisan wacana publik, termasuk di panggung internasional,” kata Wulan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Adapun Bidang Hubungan Internasional Kopri PB PMII menyelenggarakan Bedah Buku berjudul “Mengarungi Jejak Merajut Asa, 75 Tahun Indonesia-Tiongkok”. Acara ini berlangsung di Gedung PBNU Jakarta, 26 Juli 2025, dan menghadirkan langsung penulis buku Budy Sugandi sebagai narasumber utama dan para pembedah yang kompeten.

Buku yang diberi pengantar oleh Menteri Luar Negeri Sugiono ini merupakan karya reflektif Budy Sugandi bersama para penulis lainnya, menandai tujuh dekade hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Tiongkok sejak 1950.

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang lebih fokus pada pendekatan budaya, buku ini secara khusus menyoroti dinamika politik luar negeri dan transformasi hubungan bilateral kedua negara

Wulan mengatakan bahwa bedah buku ini adalah bagian dari upaya kaum perempuan dalam upaya membuka cakrawala berpikir, menumbuhkan kesadaran geopolitik, dan meneguhkan identitas kader sebagai perempuan yang progresif dan berwawasan global.

Sementara itu, Budy Sugandi mengatakan bahwa langkah Kopri tersebut sangat tepat untuk menjadi bagian dari empowerment globalizing. Menurut dia, perempuan juga harus memahami lanskap geopolitik dunia, termasuk bagaimana posisi Tiongkok dalam peta ekonomi dan politik internasional saat ini

Ketua Bidang Hubungan Internasional Kopri PB PMII Agustini Nurur Rohmah menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal dari rangkaian inisiatif internasionalisasi yang menjadi fokus strategis Kopri tahun ini.

“Perempuan tidak boleh hanya jadi penonton dalam peta hubungan antarnegara. Kita perlu menciptakan ruang belajar yang mendorong keterlibatan perempuan dalam wacana diplomatik dan global, terutama di tengah arus multipolaritas yang makin kuat seperti saat ini,” katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menhub-Kakorlantas Tinjau Pelabuhan Merak dan Ciwandan, Temui Para Pemudik

    Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho meninjau Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Mereka berkeliling memantau situasi di Pelabuhan Merak…

    FIFA menolak permintaan Iran untuk memindahkan pertandingan Piala Dunia dari AS ke Meksiko

    Pertandingan Piala Dunia 2026 akan dimainkan sesuai jadwal yang diumumkan tahun lalu, kata organisasi sepak bola tersebut. Organisasi sepak bola top dunia, FIFA, mengatakan pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *