GPC: Kekerasan serangan Israel hancurkan perlindungan disabilitas Gaza

GPC: Kekerasan serangan Israel hancurkan perlindungan disabilitas Gaza

  • Rabu, 16 Juli 2025 23:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
GPC: Kekerasan serangan Israel hancurkan perlindungan disabilitas Gaza
Seorang warga berdiri di atas reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di camp pengungsian al-Shati, bagian utara Gaza, Jumat (4/7/2025) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/bar

New York (ANTARA) – Jaringan LSM Klaster Perlindungan Global (GPC) menyatakan bahwa tidak ada tempat aman di Gaza lantaran serangan Israel yang intens telah menghancurkan lingkungan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan para lansia.

Hal itu diungkap dalam laporan terperinci yang dirilis oleh jaringan tersebut pada Selasa malam, yang membahas kondisi kehidupan dan kemanusiaan penyandang disabilitas, korban luka, dan kaum lansia di Jalur Gaza, 21 bulan menyusul genosida Israel terhadap Palestina.

GPC adalah sebuah jaringan yang anggotanya mencakup badan-badan HAM PBB, organisasi internasional, dan organisasi masyarakat sipil non-pemerintah lainnya. Dalam laporannya, GPC menyatakan bahwa “tidak ada tempat aman di Gaza,” menunjukkan bahwa “permusuhan yang penuh dengan kekerasan dan sudah berlangsung selama 20 bulan telah menghancurkan lingkungan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan lansia”.

Laporan tersebut juga mendokumentasikan 134.105 orang di Jalur Gaza, termasuk lebih dari 40.500 anak-anak, yang menderita “luka baru akibat perang”. GPC memperkirakan “25 persen dari mereka mengalami disabilitas baru yang membutuhkan rehabilitasi yang serius dan berkelanjutan.”

Laporan itu sekaligus mencatat bahwa “lebih dari 35.000 orang mengalami kerusakan pendengaran yang signifikan akibat ledakan”.Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa di Jalur Gaza, “10 anak kehilangan satu atau dua kakinya setiap hari” akibat perang.

Sumber: WAFA-OANA

​​​​​​​

Baca juga: OCHA: Warga Gaza dibiarkan mati kelaparan

Baca juga: 700 lebih warga Palestina tewas ditembak Israel saat ambil air di Gaza

Baca juga: UNRWA kecam rencana Israel pindah paksa warga Gaza ke kamp konsentrasi

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pegawai SPPG Diangkat PPPK, Dosen UMY: Ciderai Rasa Keadilan

    RENCANA pemerintah untuk mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 memicu kritik.  Kebijakan…

    Di WEF Davos, Prabowo Klaim MBG Ciptakan 600 Ribu Pekerjaan

    PRESIDEN Prabowo Subianto membanggakan proyek makan bergizi gratis atau MBG ketika berpidato di World Economic Forum Annual Meeting 2026, di Davos, Swiss. Menurut Prabowo, program yang ia unggulkan sejak masa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *