Lebih 400 ribu pengungsi kembali ke Suriah sejak Assad digulingkan

Lebih 400 ribu pengungsi kembali ke Suriah sejak Assad digulingkan

  • Senin, 9 Juni 2025 10:21 WIB
  • waktu baca 1 menit
Lebih 400 ribu pengungsi kembali ke Suriah sejak Assad digulingkan
ilustrasi pengungsi Suriah. (ANTARA/Anadolu/py)

Kairo (ANTARA) – Lebih dari 400.000 pengungsi telah kembali ke Suriah dari negara-negara tetangga setelah mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pada Desember tahun lalu.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Otoritas Umum Suriah untuk Pelabuhan Darat dan Laut, Mazen Alloush, pada Minggu (8/6).

“Lebih dari 400.000 warga Suriah telah kembali ke negaranya melalui penyeberangan perbatasan darat sejak pembebasan Suriah dari rezim sebelumnya,” kata Alloush kepada penyiar Al Ikhbariya.

Sekitar 90.000 warga Suriah tercatat kembali ke tanah air mereka pada bulan Mei saja, kata juru bicara itu.

Kelompok oposisi bersenjata Suriah merebut Damaskus pada 8 Desember 2024.

Kemudian, Bashar al-Assad mengundurkan diri sebagai presiden Suriah dan meninggalkan negara itu.

Pada Januari, Ahmed Sharaa, pemimpin pemerintahan baru Suriah, dinyatakan sebagai presiden transisi.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Suriah kutuk serangan Israel yang tewaskan penduduk desa

Baca juga: Pemerintah Suriah dan kelompok Kurdi lakukan pertukaran tawanan

Baca juga: AS tarik 500 tentara dari Suriah, tutup sejumlah pangkalan militer

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pesta Miras Saat Takbir Keliling, Belasan Remaja di Cianjur Diamankan

    Cianjur – Belasan remaja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditangkap usai kedapatan pesta minuman keras (miras). Kegiatan itu dilakukan pelaku saat melakukan takbiran keliling. Para remaja tersebut awalnya terlihat sedang…

    Apa saja risiko mengubah lokasi energi menjadi medan perang?

    Fasilitas minyak dan gas di Teluk telah diserang sejak awal perang melawan Iran. Perang di Timur Tengah berubah menjadi serius ketika Israel mengebom fasilitas energi Iran, mendorong Iran untuk meningkatkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *