KJRI Johor Bahru fasilitasi pemulangan 2.449 PMI sejak Januari 2025

KJRI Johor Bahru fasilitasi pemulangan 2.449 PMI sejak Januari 2025

  • Minggu, 1 Juni 2025 00:17 WIB
  • waktu baca 2 menit
KJRI Johor Bahru fasilitasi pemulangan 2.449 PMI sejak Januari 2025
Konjen RI Johor Bahru Sigit S Widiyanto (kanan) berbincang dengan pekerja migran Indonesia yang menjalani deportasi dari Malaka, Sabtu (31/5/2025). (ANTARA/HO-KJRI Johor Bahru)

Jakarta (ANTARA) – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 2.449 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia sejak Januari hingga akhir Mei 2025.

Pemulangan 196 PMI dari Malaka ke Dumai, Riau, pada Sabtu, menurut Konsul Jenderal (Konjen) RI KJRI Johor Bahru Sigit S Widiyanto, merupakan yang terbesar dari 17 kali mereka memfasilitasi deportasi yang dilakukan kantor perwakilan RI di Johor Bahru, Malaysia.

Kepada para deportan, ia mengatakan agar jika nanti ingin bekerja lagi di luar negeri, harapannya semua harus mengikuti prosedur yang berlaku dan tidak bekerja secara non prosedural.

Ia juga meminta para PMI agar tidak mudah percaya kepada pihak ketiga yang menjanjikan pekerjaan di luar negeri tanpa ada visa dan izin kerja sama kontrak kerja.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyambut 196 PMI yang menjalani deportasi dari Malaka menuju Riau di Pelabuhan Penumpang PT Pelindo Dumai.

Abdul Kadir Karding mengatakan pentingnya bekerja di luar negeri secara prosedural agar hal-hal seperti deportasi itu tidak menimpa para PMI. Kementerian P2MI juga menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pelindungan kepada seluruh PMI biak prosedural”

Sementara itu, pada saat yang sama Konjen Sigit menjelaskan KSATRIA yang merupakan chatbox berbasis WhatsApps (WA) yang dikembangkan KJRI Johor Bahru. Dari sana PMI dapat memperolah informasi mengenai pembuatan paspor, Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), dan dokumen kekonsuleran.

Lewat KSATRIA pula PMI dapat mengadukan masalah yang mereka hadapi seperti tindak kekerasan, gaji tidak dibayar dan lain-lain hadapi seperti tindak kekerasan, gaji tidak dibayar dan lain-lain. KSATRIA dapat diakses
melalui nomor +60105288040.

Sejak KSATRIA diluncurkan pada 2023, menurut Sigit, aplikasi itu telah diakses oleh 12.853 orang, dengan rata-rata pengguna 300 hingga 500 orang per bulan.

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    22 Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 2026

    Jakarta – Taqabbalallahu Minna Wa Minkum sering diucapkan saat perayaan Idul Fitri. Apa artinya? Dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) RI, arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum secara harfiah adalah ‘Semoga…

    12.500 Pemudik PLN Nikmati Mudik Ramah Lingkungan

    INFO TEMPO – Program Mudik Gratis BUMN 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai perusahaan pelat merah, termasuk PT PLN (Persero) yang memberangkatkan sebanyak 12.500 pemudik dari berbagai kota di Indonesia.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *