JAFF dan ambisi jadikan horor Indonesia sebagai cermin budaya pop

Review

JAFF dan ambisi jadikan horor Indonesia sebagai cermin budaya pop

  • Oleh Abdu Faisal
  • Kamis, 29 Mei 2025 05:16 WIB
  • waktu baca 5 menit
JAFF dan ambisi jadikan horor Indonesia sebagai cermin budaya pop
Direktur JAFF Market Linda Gozali dalam konferensi JAFF Market di Jakarta, Rabu (28/5/2025). ANTARA/Abdu Faisal

keberhasilan film horor Indonesia di kancah internasional akan sangat bergantung pada kemampuan adaptasi, inovasi, dan kualitas internasional yang mampu bersaing dengan film-film horor dari negara lain.

Jakarta (ANTARA) – Dalam kancah perfilman Indonesia, salah satu genre yang masih mengukuhkan posisinya di box office dengan kekuatan menarik penonton yang tak terbantahkan adalah horor.

Direktur JAFF Market Linda Gozali dalam konferensi JAFF Market di Jakarta, Rabu, mengatakan, “Di dunia, K-pop adalah 'pop culture', itu merambah luar biasa. Tapi buat Indonesia, horor adalah 'pop culture'.”

Film horor Indonesia membuktikan dapat meraih popularitas, baik secara komersial maupun kualitas, seperti film “Pengabdi Setan” dan “Perempuan Tanah Jahanam”, bukan hanya mencapai “box office” secara domestik, tetapi juga mendapatkan pujian di berbagai festival film internasional.

Kesuksesan horor tidak terbatas pada medium film saja; industri game juga turut “unjuk gigi” dengan game horor lokal seperti “DreadOut” yang berhasil menarik perhatian gamer internasional.

Itu adalah serangkaian cerita manis tentang horor Indonesia yang tidak hanya mampu membangkitkan rasa takut, tetapi juga menyajikan narasi yang kuat dan karakter yang kompleks, memungkinkan penonton untuk terhubung pada level yang lebih dalam daripada sekadar ketegangan sesaat.

Namun di balik pencapaian yang mengesankan itu, masih bisa diperdebatkan di forum publik apakah horor Indonesia bisa dikategorikan sebagai “pop culture” Indonesia? Padahal film tentang budaya Indonesia itu sendiri ada yang berhasil populer secara global, seperti film silat.

Walaupun Indonesia memiliki banyak film horor berkualitas, film silat dinilai lebih menarik dari segi budaya, terutama setelah kesuksesan film “The Raid”.

Baca juga: Film horor psikologis “Lorong Kost” ditayangkan mulai 26 Juni

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *