Indra Defandra, hobi baca buku antar keliling dunia

Sosok

Indra Defandra, hobi baca buku antar keliling dunia

  • Oleh Zuhdiar Laeis
  • Minggu, 18 Mei 2025 00:37 WIB
  • waktu baca 5 menit
Indra Defandra, hobi baca buku antar keliling dunia
Pemilik SIP Publishing Indra Gunawan memberikan materi di sela acara peluncuran 30 buku di KBRI Bangkok, Thailand, Rabu (10/7/2024). (ANTARA/HO-SIP Publishing)

Dari kecil, saya memang hobi baca. Bahkan, sampai saya kuliah masih sering nyewa buku, komik, novel untuk saya baca di waktu luang

Semarang (ANTARA) – “Buku adalah jendela dunia” merupakan pepatah populer yang memiliki banyak kebenarannya dalam kehidupan, sebab dengan membaca buku maka bisa mengetahui banyak hal, memperluas pandangan, dan bisa saja mengubah hidup manusia.

Adalah Indra Gunawan, jebolan sarjana ilmu politik (S.IP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang merasakan betul manfaat dari rajin membaca buku.

Semasa duduk di bangku SMP, ia bisa menyelesaikan membaca satu buku yang dipinjamnya dari perpustakaan dalam satu hari, dan kegemarannya membaca buku terus bertahan.

“Dari kecil, saya memang hobi baca. Bahkan, sampai saya kuliah masih sering nyewa buku, komik, novel untuk saya baca di waktu luang,” kata pria kelahiran Banyumas, 24 April 1984 itu.

Setelah lulus, ia mulai mencoba dan memberanikan diri untuk menulis, sembari menunggu wisuda yang akhirnya melahirkan sebuah karya novelnya yang diberi judul “Cinta Naik Tanggal”.

Novel itu kemudian ditawarkannya ke penerbit, tapi ditolak sampai tiga kali oleh penerbit, sampai akhirnya tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 2013, ada penerbit yang bersedia menerbitkannya.

Tak dinyana, novel perdananya yang bergenre komedi cinta remaja itu ludes terjual sampai kurang lebih 3.000 eksemplar yang membuatnya kemudian dikenal luas sebagai penulis.

Dalam novel setebal 349 halaman yang pertama kalinya diterbitkan oleh CV. Tebe Agisna Mandiri (TAM Publishing) itu, ia menggunakan nama pena Indra Defandra, nama yang kini lebih banyak dikenal ketimbang nama aslinya.

Bukan hanya novel, ayah tiga anak itu pun piawai mengolah rentetan kata dan kalimat menjadi cerpen dan puisi yang telah terbit di beberapa buku, serta banyak dimuat surat kabar.

Puisi karyanya yang berjudul “Renjanaku” yang juga bergenre percintaan malah sampai dijadikan lagu yang dirilis pada 2020, menyusul single pertamanya yang dirilis pada 2013.

Baca juga: Ini alasan mengapa orang sukses punya kebiasaan baca buku

Halaman berikut: Membuat perusahaan penerbitan

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    22 Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 2026

    Jakarta – Taqabbalallahu Minna Wa Minkum sering diucapkan saat perayaan Idul Fitri. Apa artinya? Dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) RI, arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum secara harfiah adalah ‘Semoga…

    12.500 Pemudik PLN Nikmati Mudik Ramah Lingkungan

    INFO TEMPO – Program Mudik Gratis BUMN 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai perusahaan pelat merah, termasuk PT PLN (Persero) yang memberangkatkan sebanyak 12.500 pemudik dari berbagai kota di Indonesia.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *