Orang Sunda diminta harus tampil dan berkontribusi pada negara

Orang Sunda diminta harus tampil dan berkontribusi pada negara

  • Sabtu, 12 April 2025 18:07 WIB
  • waktu baca 3 menit
Orang Sunda diminta harus tampil dan berkontribusi pada negara
Para tokoh yang hadir pada Silaturahim Paguyuban Pasundan di Bandung, di antaranya anggota DPR TB Hasanuddin (kanan), Jaksa Agung ST Burhanudin (ketiga kiri), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kedua kiri), Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa (kiri), Ketua Paguyuban Pasundan Prof Didi Turmudzi (ketiga kanan) dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat (kedua kanan) tengah berbincang, Sabtu (12/4/1025). (ANTARA/HO Paguyuban Pasundan)

Saya ingin orang sunda bukan jadi kelompok yang penakut

Bandung (ANTARA) – Orang-orang Sunda diminta untuk memperkuat akar budayanya, serta didorong harus berani tampil dan berkontribusi pada bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan para tokoh yang hadir dalam Halal bi Halal dan silaturahim Ba’da Idul Fitri 1446 Hijriah di Paguyuban Pasundan Bandung, salah satunya adalah Jaksa Agung ST Burhanudin yang menekankan orang Sunda harus lebih banyak berkontribusi pada negara.

“Saya ingin orang sunda bukan jadi kelompok yang penakut, karena di dalam pemerintahan Pak Jokowi orang Sunda hanya sedikit, itu fakta. Namun periode ini kita banyak yang diambil di pemerintahan seperti di kejaksaan, KLH , Kementerian Pendidikan, kita harus berkontribusi seperti dalam pembenahan alam, termasuk pembenahan tambang. Kita bersama-sama termasuk Paguyuban Pasundan berjuang untuk memajukan orang Sunda karena siapa lagi kalau bukan kita,” kata ST Burhanuddin di lokasi, Sabtu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kesempatan itu juga menekankan hal senada, dia mengingatkan para bupati dan wali kota untuk melakukan pembangunan harus kembali lagi ke Budaya Sunda, terlebih dengan kondisi saat ini bukan masyarakat dan pemimpin yang berkesadaran.

“Jadi harus mencontohkan oleh pemimpin dan juga diperlihatkan kepada masyarakat. Jadi diharapkan Paguyuban Pasundan dan Unpas bisa melahirkan pemimpin dan tokoh yang mengerti dengan kesundaan dan kehidupan di kesundaan,” ujarnya.

Salah satunya, kata dia, di Jawa Barat (Jabar) jangan terlalu banyak tambang yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

“Jawa Barat itu kaya dengan alam jadi jangan dirusak, saya minta bupati dan wali kota agar menerapkan aturan tata ruang dan lingkungan dalam merawat alam Sunda dan membangun kepercayaan warganya karena orang sunda saat ini tidak percaya diri,” ujarnya.

Baca juga: Paguyuban Pasundan anugerahi Gubernur Sumbar gelar “Abah Rakean”

Baca juga: Unpas-Paguyuban Pasundan akan bangun “Etalase Kampung Sunda”

Lebih lanjut dia menekankan orang Sunda harus memiliki kinerja yang baik dan bisa menjadi tauladan bagi suku bangsa yang lainnya.

“Orang yang berasal dari Sunda itu harus memperlihatkan kinerja yang baik dan jadi tauladan bagi yang lain,” kata Dedi.

Paguyuban Pasundan, kata Dedi, menjadi organisasi yang meletakkan dasar-dasar kebudayaan, dan membangun spirit aspek kesundaan harus memiliki manfaat bagi keindonesiaan.

“Kita ini bernegara, ruang lingkupnya berbeda-beda ada yang di provinsi, kabupaten/kota, ada yang di pemerintahan pusat semuanya bernegara, jadi orang Sunda harus berkontribusi,” ucapnya.

Anggota Komisi I DPR sekaligus Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan TB Hasanuddin mengungkapkan Paguyuban Pasundan adalah salah satu organisasi yang membentuk Negara Indonesia dan dari awal dibentuknya sudah mendeklarasikan visi memerangi kemiskinan dan kebodohan.

“Sehingga Paguyuban Pasundan wajib mendukung pemerintahan siapapun yang memimpin negara saat ini dan yang akan datang terutama dalam mempraktikan dan mendistibusikan tujuannya memerangi kemiskinan dan kebodohan. Jadi harus sinergi dengan pemerintah daerah dan pusat, dan menjadi mitra strategis demi kepentingan masyarakat Jabar khususnya dan umumnya untuk warga Indonesia,” ucap dia.

Ketua Paguyuban Pasundan Prof Didi Turmudzi mengungkapkan kehadiran para tokoh dalam acara Halal bi Halal ini, sangat penting dalam memotivasi masyarakat terkait dengan kesadaran terhadap budayanya.

“Karena kita saat ini sedang mengalami krisis bahasa, krisis simbol dan krisis kepemimpinan kesundaan. Ini jadi motivasi kita untuk kembali pada kesadaran terhadap budayanya,” tutur dia.

Dalam acara itu, kata Didi, muncul kesadaran baru untuk memikirkan hal tersebut dan akan dibangun bersama-sama guna mengubah budaya masyarakat jadi lebih kuat.

“Kesedaran itu lah yang akan kita bangun bagaimana kita mengubah budaya yang memiliki karakter petarung, pemberani, pantang menyerah. Itu yang ingin kita bangun bersama-sama dengan tokoh-tokoh yang hadir kini,” ucapnya menambahkan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Venue konser The TENSE harum semerbak, diberi parfum racikan Taeyeon

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Venue konser The TENSE harum semerbak, diberi parfum racikan Taeyeon Minggu, 13 April 2025 00:56 WIB waktu baca…

    Kejagung tetapkan Ketua PN Jaksel tersangka kasus suap Rp60 miliar

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Kejagung tetapkan Ketua PN Jaksel tersangka kasus suap Rp60 miliar Minggu, 13 April 2025 00:52 WIB waktu baca…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *