
Zelenskyy akan gelar rapat soal pengiriman tentara asing ke Ukraina
- Rabu, 2 April 2025 09:15 WIB
- waktu baca 2 menit

Moskow (ANTARA) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memastikan bahwa sebuah rapat bersama negara-negara yang siap mengirimkan personel militernya ke Ukraina akan digelar pada Jumat (4/4) mendatang.
“Akan ada rapat pada Jumat. Rapat tersebut akan menjadi pertemuan langsung antara tim militer dari beberapa negara, lingkupnya kecil, yang akan siap mengirimkan kontingen mereka,” kata Presiden Ukraina dalam sebuah taklimat, Selasa (1/4).
“Akan ada dari satuan angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Pertemuan ini akan menjadi rapat mendalam yang pertama kalinya,” ucap dia.
Ia mengatakan, rapat tersebut akan merinci dan memperjelas wacana pengiriman personel asing ke Ukraina. “Penting untuk memastikan supaya hal tersebut tetap berdasarkan pada usulan pihak Ukraina,” kata Zelenksyy, menambahkan.
Senin (31/3) lalu, pemerintah Inggris menyatakan bahwa petinggi militer dari Inggris, Prancis, dan Ukraina akan melakukan rapat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas “rencana rinci” terkait keamanan jangka panjang untuk Kiev.
Sementara, Presiden Prancis Emmanuel Macron, setelah menjadi tuan rumah konferensi terkait rencana dukungan militer dan keamanan untuk Ukraina pada 27 Maret, mengatakan bahwa sejumlah negara berniat mengirimkan tentaranya ke Ukraina sebagai “kekuatan pencegah”.
Menurut Macron, inisiatif Inggris dan Prancis tersebut tak akan menggantikan militer Ukraina maupun menjadi pasukan penjaga perdamaian di negara tersebut. Tujuan dari mobilisasi tentara asing ke lokasi-lokasi strategis di Ukraina adalah untuk menggertak Rusia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 11 Maret mengatakan, wacana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina merupakan upaya menyelamatkan otoritas Ukraina.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pasukan penjaga perdamaian baru bisa diterjunkan setelah ada persetujuan dari semua pihak. Ia pun memandang pembahasan pengiriman pasukan tersebut ke Ukraina masih terlalu awal.
Sumber: Sputnik
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Rusia kuasai kembali lima permukiman di wilayah Kursk
- 13 Maret 2025
Rekomendasi lain
Doa Qunut saat shalat Subuh wajib atau sunnah?
- 16 Juli 2024
Cara cek penerima PIP 2025 online menggunakan NIK dan NISN
- 16 Januari 2025
Manfaat dan efek samping cat rambut
- 12 Juli 2024
Lirik lagu Lyodra – Pesan Terakhir
- 18 Juli 2024
Cara cek penerima program PIP Desember 2024
- 12 Desember 2024
Berapa jumlah soal dan bobot nilai seleksi PPPK 2024?
- 3 September 2024
10 pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia
- 7 November 2024