Rusia terbuka normalisasi hubungan dengan “mereka yang inginkannya”

Rusia terbuka normalisasi hubungan dengan “mereka yang inginkannya”

  • Rabu, 2 April 2025 09:13 WIB
  • waktu baca 2 menit
Rusia terbuka normalisasi hubungan dengan
Arsip – Bendera nasional Rusia di Kremlin, Moskow, Rusia (6/1/2023). (ANTARA/Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr/aa)

Istanbul (ANTARA) – Pemerintah Rusia pada Selasa mengatakan bahwa Rusia terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan “mereka yang menginginkannya,” saat menanggapi pernyataan sebelumnya oleh Presiden Finlandia Alexander Stubb.

“Presiden (Vladimir) Putin telah berulang kali mengatakan bahwa negara kita terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan mereka yang menginginkannya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow.

Pada Senin, Stubb mengatakan selama kunjungannya ke Inggris bahwa negaranya perlu “mempersiapkan diri secara mental” untuk memulihkan hubungan dengan Rusia, mencatat bahwa Moskow “akan menjadi tetangga kita sekarang dan di masa mendatang.”

Peskov menyatakan bahwa Rusia tidak pernah memulai memperburuk hubungan dengan negara-negara tetangganya, termasuk Finlandia, dia menuduh Helsinki, serta Swedia, memilih untuk menghilangkan hubungan tersebut.

“Tidak ada masalah, ada kerja sama yang saling menguntungkan. Perusahaan-perusahaan dari kedua negara menerima dividen dan manfaat dari kerja sama ini… Sayangnya, ini adalah keadaan hubungan kita yang menyedihkan yang kita lihat sekarang,” katanya.

Juru bicara itu menuduh Finlandia dan Swedia “menyeret infrastruktur militer NATO ke wilayah mereka.”

Peskov juga mengomentari pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, seraya mengatakan bahwa Moskow melanjutkan kontaknya dengan pihak Amerika.

Pada Minggu, Trump mengatakan bahwa dia “sangat marah” kepada mitra Rusianya atas komentarnya yang mengkritik kredibilitas Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi pada sektor minyak Rusia jika dia yakin Kremlin tidak berkontribusi pada upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Ukraina.

“Topiknya sangat kompleks – substansi yang sedang kita bahas, terkait dengan penyelesaian Ukraina, membutuhkan banyak upaya tambahan,” tambah Peskov.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar Salat Idul Fitri Hari Ini

    Jakarta – Sekitar 100 jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar salat Idul Fitri 1447 Hijriah, hari ini. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan khidmat. Salat Id digelar…

    PP Persis Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret

    PIMPINAN Pusat Persatuan Islam (Persis) menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2317/JJ-C.3/PP/2026 tentang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *