
Rusia terbuka normalisasi hubungan dengan “mereka yang inginkannya”
- Rabu, 2 April 2025 09:13 WIB
- waktu baca 2 menit

Istanbul (ANTARA) – Pemerintah Rusia pada Selasa mengatakan bahwa Rusia terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan “mereka yang menginginkannya,” saat menanggapi pernyataan sebelumnya oleh Presiden Finlandia Alexander Stubb.
“Presiden (Vladimir) Putin telah berulang kali mengatakan bahwa negara kita terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan mereka yang menginginkannya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow.
Pada Senin, Stubb mengatakan selama kunjungannya ke Inggris bahwa negaranya perlu “mempersiapkan diri secara mental” untuk memulihkan hubungan dengan Rusia, mencatat bahwa Moskow “akan menjadi tetangga kita sekarang dan di masa mendatang.”
Peskov menyatakan bahwa Rusia tidak pernah memulai memperburuk hubungan dengan negara-negara tetangganya, termasuk Finlandia, dia menuduh Helsinki, serta Swedia, memilih untuk menghilangkan hubungan tersebut.
“Tidak ada masalah, ada kerja sama yang saling menguntungkan. Perusahaan-perusahaan dari kedua negara menerima dividen dan manfaat dari kerja sama ini… Sayangnya, ini adalah keadaan hubungan kita yang menyedihkan yang kita lihat sekarang,” katanya.
Juru bicara itu menuduh Finlandia dan Swedia “menyeret infrastruktur militer NATO ke wilayah mereka.”
Peskov juga mengomentari pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, seraya mengatakan bahwa Moskow melanjutkan kontaknya dengan pihak Amerika.
Pada Minggu, Trump mengatakan bahwa dia “sangat marah” kepada mitra Rusianya atas komentarnya yang mengkritik kredibilitas Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi pada sektor minyak Rusia jika dia yakin Kremlin tidak berkontribusi pada upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Ukraina.
“Topiknya sangat kompleks – substansi yang sedang kita bahas, terkait dengan penyelesaian Ukraina, membutuhkan banyak upaya tambahan,” tambah Peskov.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Rusia kirim dua pesawat untuk bantu Myanmar pascagempa
- 29 Maret 2025
Pemimpin negara Eropa hadiri KTT Ukraina di Paris
- 28 Maret 2025
Rekomendasi lain
Doa Qunut saat shalat Subuh wajib atau sunnah?
- 16 Juli 2024
Cara cek penerima PIP 2025 online menggunakan NIK dan NISN
- 16 Januari 2025
Manfaat dan efek samping cat rambut
- 12 Juli 2024
Lirik lagu Lyodra – Pesan Terakhir
- 18 Juli 2024
Cara cek penerima program PIP Desember 2024
- 12 Desember 2024
Berapa jumlah soal dan bobot nilai seleksi PPPK 2024?
- 3 September 2024
10 pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia
- 7 November 2024