Mensos harap penerima manfaat rehabilitasi sosial segera hidup mandiri

Mensos harap penerima manfaat rehabilitasi sosial segera hidup mandiri

  • Senin, 31 Maret 2025 12:04 WIB
  • waktu baca 2 menit
Mensos harap penerima manfaat rehabilitasi sosial segera hidup mandiri
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat bercengkerama dengan para penerima manfaat rehabilitasi sosial Kemensos di Sentra Mulya Jaya, Jakarta, Senin (31/3/2025). ANTARA/Agatha Olivia Victoria.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berharap para penerima manfaat rehabilitasi sosial di Sentra Mulya Jaya, Jakarta segera hidup mandiri.

Sebab, kata dia, pendampingan Kementerian Sosial (Kemensos) di berbagai sentra Kemensos bersifat sementara.

“Tidak boleh di sini menikmati lalu tinggal seumur hidup, jangan. Harus semangat untuk segera keluar dari sini menjadi keluarga atau pribadi yang mandiri,” ucap Gus Ipul saat berbincang dengan para kelompok rentan yang menerima manfaat pendampingan Kemensos di Sentra Mulya Jaya, Jakarta, Senin.

Gus Ipul pun mengaku bahwa pihaknya siap membantu para penerima manfaat rehabilitasi sosial untuk hidup mandiri, antara lain melalui program pemberdayaan maupun pemberian modal usaha.

Adapun Sentra Mulya Jaya merupakan salah satu sentra dari 31 sentra yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Dalam sentra itu, ia menjelaskan Kemensos menampung dan merehabilitasi para kelompok, komunitas, maupun individu, yang membutuhkan layanan khusus.

Dia mengungkapkan para penerima layanan khusus dimaksud, yakni 12 Pemerlu Atensi Sosial (PAS), antara lain fakir miskin, penyandang disabilitas, maupun anak-anak terlantar yang berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, dan lain sebagainya.

Selain itu, penerima manfaat tersebut meliputi pula masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), gelandangan, pengemis, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga kelompok lain yang memerlukan rehabilitasi, baik sosial maupun medis.

Di Sentra Mulya Jaya, kata dia, disiapkan tempat tinggal sementara bagi para kelompok rentan tersebut serta layanan rehabilitasi agar mereka bisa menjadi individu atau keluarga yang lebih mandiri.

Dalam proses rehabilitasi sosial, disebutkan bahwa Kemensos turut dibantu oleh para pendamping karena terdapat pula orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang yang bermasalah dengan mental hingga lansia terlantar.

“Ini karena diperlukan keterampilan khusus untuk melayani mereka,” tuturnya.

Baca juga: Mensos: 31 sentra Kemensos akan dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat

Baca juga: Mensos Shalat Id bersama kelompok rentan di Sentra Mulya Jaya Jakarta

Baca juga: Mensos ajak Menhut kolaborasi entaskan kemiskinan warga sekitar hutan

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Viral Truk Sumbu 3 Dikawal Anggota TNI, Kemenhub Dukung Penindakan Polisi

    Jakarta – Video yang memperlihatkan truk sumbu tiga dikawal oleh oknum anggota TNI di ruas jalan tol berujung ditindak kepolisian viral di media sosial. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai tindakan yang…

    Seskab Teddy-Gubsu Bobby Takbiran di Medan, Bagikan 5.000 Paket Sembako

    Medan – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjalani malam takbiran Idul Fitri di Medan, Sumatera Utara. Ia sempat melakukan takbiran keliling bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution. “Tadi habis diajak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *