Polres Garut sebut puncak arus mudik lintas Limbangan sudah terjadi

Polres Garut sebut puncak arus mudik lintas Limbangan sudah terjadi

  • Sabtu, 29 Maret 2025 20:15 WIB
  • waktu baca 2 menit
Polres Garut sebut puncak arus mudik lintas Limbangan sudah terjadi
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi saat memberikan keterangan pers kondisi arus lalu lintas di jalur mudik lintas Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA/Feri Purnama)

Garut (ANTARA) – Kepolisian Resor Garut menyampaikan puncak arus mudik Lebaran 1446 Hijriyah/2025 di jalur nasional lintas Limbangan-Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah terjadi Sabtu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan, jika perbandingan dengan hari sebelumnya kondisi arus kendaraan saat ini lebih padat dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, sedangkan arah sebaliknya landai.

“Kemungkinan besar ini merupakan puncak mudik di tahun 2025 ini,” kata Aang.

Ia mengatakan melihat kondisi arus kendaraan di jalur nasional Limbangan-Malangbong diperkirakan puncak arus mudik sudah terjadi di H-3 dan H-2 Lebaran sesuai prediksi nasional.

“Kalau secara prediksi nasional inilah puncak arus mudik melalui jalur Limbangan-Malangbong,” katanya.

Ia menyampaikan meski puncak arus mudik di jalur nasional itu sudah terjadi, jajarannya tetap siap siaga di setiap jalur rawan kemacetan, dan juga siap memberlakukan sistem satu arah untuk mengurai kepadatan.

Menurut dia, bisa jadi ada kiriman susulan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, sehingga antisipasi untuk kelancaran arus lalu lintas kendaraan terus dilakukan.

“Kami tetap bersiaga di jalur untuk antisipasi apabila ada kiriman susulan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya,” katanya.

Ia menambahkan, potensi kepadatan arus lalu lintas kendaraan diperkirakan masih akan terjadi karena di jalur Limbangan-Malangbong terdapat beberapa titik rawan kemacetan.

Ia menyebutkan aktivitas masyarakat sekitar pasar seperti di Pasar Limbangan, Lewo, Bandrek, dan Malangbong merupakan kawasan yang dapat memicu hambatan laju kendaraan.

“Seperti di Limbangan itu laju kendaraan menjadi tersendat karena adanya pasar,” katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Azhari
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kampung Sawah Imbas Luapan Kali Cakung

    Jakarta – Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Banjir terjadi akibat Kali Cakung meluap. “Di sini sudah lebih dari dua kali…

    PBNU Gelar Rapat Pleno setelah Sepakat Agendakan Muktamar

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir menyampaikan warkat undangan kepada jajaran PBNU untuk menghadiri pelaksanaan rapat pleno organisasi. Surat undangan rapat tersebut diterbitkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *