
IESR inisiasi komunitas guna percepat pembangunan hidrogen hijau RI
- Kamis, 27 Maret 2025 12:16 WIB
- waktu baca 2 menit

Produksi hidrogen hijau akan mempercepat pembangunan pembangkit energi terbarukan dan mendukung strategi mitigasi di sektor-sektor pengguna yang tingkat emisi sulit ditekan…,
Jakarta (ANTARA) – Institute for Essential Services Reform (IESR) mengambil langkah strategis untuk mempercepat pengembangan hidrogen hijau di Indonesia dengan menginisiasikan Komunitas Hidrogen Hijau Indonesia (KH2I).
Inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem yang mendukung transisi energi rendah karbon melalui pemanfaatan hidrogen hijau sebagai sumber energi berkelanjutan.
“Produksi hidrogen hijau akan mempercepat pembangunan pembangkit energi terbarukan dan mendukung strategi mitigasi di sektor-sektor pengguna yang tingkat emisi sulit ditekan, seperti industri berintensitas energi tinggi (intensive) dan transportasi jarak jauh,” kata Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa hidrogen hijau berperan penting dalam percepatan pembangunan energi terbarukan serta strategi mitigasi di sektor industri dan transportasi jarak jauh.
Namun, tantangan utama dalam adopsi adalah biaya produksi yang masih tinggi, berkisar antara 3,8 hingga 12 dolar AS per kg, empat kali lipat lebih mahal dibandingkan hidrogen abu-abu dari gas alam.
Data menunjukkan bahwa investasi global dalam hidrogen hijau meningkat pesat, dari 10 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 75 miliar dolar AS pada 2024.
Hal ini mencerminkan potensi besar sektor ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
KH2I hadir sebagai wadah bagi para pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, industri, hingga pemerintah, untuk mempercepat riset, regulasi, serta aplikasi teknologi produksi hidrogen hijau.
Manajer Proyek Green Energy Transition Indonesia (GETI) Erina Mursanti menuturkan bahwa komunitas ini akan menyediakan informasi, membangun jejaring ahli, serta menginisiasikan kajian kebijakan guna mempercepat adopsi hidrogen hijau.
“KH2I berfokus membangun jejaring para ahli dan penggiat hidrogen hijau, inisiasi riset untuk penguatan kebijakan dan regulasi, dan aplikasi teknologi produksi hidrogen hijau. Selain itu, meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan dan masyarakat melalui penyediaan informasi,” ujar Erina.
IESR juga mendorong percepatan ekosistem hidrogen hijau melalui enam langkah strategis, di antaranya merumuskan strategi nasional, menetapkan kebijakan yang meningkatkan daya saing harga, serta membangun sistem sertifikasi dan pelacakan asal-usul hidrogen hijau untuk memastikan transparansi pasar internasional.
Pemerintah sendiri tengah menyusun peta jalan hidrogen dan amonia nasional yang dijadwalkan diluncurkan pada April 2025 dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES).
Koordinator Pelayanan dan Pengawasan Usaha Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Muhamad Alhaqurahman Isa menegaskan bahwa peta jalan (roadmap) ini akan mencakup strategi implementasi, rencana aksi, serta sistem evaluasi dan pengawasan.
Dalam mendorong pengembangan hidrogen hijau di Indonesia, IESR turut mensponsori pelaksanaan GHES 2025 dan akan mempresentasikan mengenai ekosistem hidrogen hijau dalam acara ini.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
IESR dorong Malaysia laksanakan agenda transformasi energi di ASEAN
- 21 Februari 2025
IESR: BBM rendah sulfur dukung kualitas udara lebih baik
- 11 Februari 2025
Kemenperin-WRI-IESR kolaborasi susun peta jalan dekarbonisasi
- 19 Desember 2024
Atasi polusi, pemerintah diminta segera terapkan BBM standar Euro 4
- 17 Desember 2024
IESR-BRIGC jalin kerja sama energi terbarukan di Indonesia
- 17 Desember 2024
Rekomendasi lain
10 Sungai terpanjang di Indonesia sebagai kekayaan alam perairan
- 20 September 2024
Dapat harta warisan, apa harus bayar pajak?
- 15 Agustus 2024
Cara unduh WhatsApp GB beserta link donwloadnya
- 9 Oktober 2024
Profil Andi Sulaiman, brigjen TNI calon gubernur Kaltara 2024
- 5 September 2024
Cara monetisasi akun Youtube untuk hasilkan uang
- 4 Juli 2024
Tata cara shalat istikharah
- 27 Juli 2024
Cara mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan yang non-aktif
- 17 Februari 2025