
Jangan anggap sepele, kenali tahapan gejala rabies
- Rabu, 26 Maret 2025 10:12 WIB
- waktu baca 3 menit

Jakarta (ANTARA) – Bayangkan jika gigitan hewan yang tampaknya sepele justru berujung fatal. Itulah yang bisa terjadi jika rabies tidak segera ditangani.
Penyakit ini dikenal sebagai salah satu infeksi virus paling mematikan di dunia, dengan tingkat kematian hampir seratus persen setelah gejalanya muncul.
Salah satu alasan rabies begitu berbahaya adalah karena sering kali tidak disadari sejak awal. Banyak orang menganggap luka gigitan hewan sebagai hal biasa, hingga akhirnya terlambat mendapatkan pengobatan.
Padahal, semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencegah rabies berkembang menjadi penyakit yang berakibat fatal.
Rabies masih menjadi masalah kesehatan yang serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut laporan bulanan zoonosis tahun 2024, terdapat 185.359 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dengan 122 kematian pada manusia. Sementara itu, sejak Januari hingga 7 Maret 2025, sudah ada 13.453 kasus gigitan HPR dengan 25 kematian akibat rabies.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa rabies menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun, terutama di Asia dan Afrika, dengan 40% di antaranya adalah anak-anak di bawah 15 tahun.
Rabies ditularkan melalui gigitan atau air liur hewan yang terinfeksi. Anjing adalah sumber utama penularan rabies, tetapi hewan lain seperti kucing, rakun, rubah, dan kelelawar juga dapat membawa virus ini.
Setelah masuk ke tubuh manusia, virus rabies menyebar melalui sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan pada otak serta sumsum tulang belakang. Namun, kabar baiknya, rabies dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi, baik pada hewan peliharaan maupun manusia yang berisiko.
Tahapan gejala rabies pada manusia
Gejala rabies berkembang secara bertahap. Biasanya, penyakit ini melalui empat fase, dari gejala awal yang ringan hingga kondisi yang mengancam nyawa.
1. Fase prodromal atau gejala awal
Fase ini berlangsung selama beberapa hari dan sering kali menyerupai gejala flu. Beberapa gejala yang muncul pada tahap ini antara lain demam, sakit kepala, tubuh terasa lemas, kehilangan nafsu makan, serta sensasi tidak nyaman, kesemutan, atau gatal di sekitar luka gigitan. Pada tahap ini, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi virus rabies.
2. Fase sensoris atau rangsangan
Setelah fase awal, gejala mulai lebih spesifik, terutama di area luka gigitan. Tanda-tanda yang muncul antara lain nyeri atau rasa panas pada luka, kesemutan yang semakin intens, perasaan cemas berlebihan, serta sensitivitas terhadap rangsangan seperti cahaya atau suara.
3. Fase eksitasi atau agitasi
Fase ini terjadi dalam beberapa hari hingga satu minggu dan ditandai dengan gejala neurologis yang semakin jelas. Beberapa gejala yang sering muncul adalah kecemasan dan kebingungan ekstrem, halusinasi, perubahan perilaku drastis, kesulitan menelan, produksi air liur berlebihan atau hidrofobia, kejang, serta hipersensitivitas terhadap suara atau cahaya.
Pada tahap ini, penderita mulai kehilangan kendali atas tubuhnya dan menunjukkan reaksi berlebihan terhadap rangsangan.
4. Fase paralitik atau lumpuh
Ini adalah fase akhir rabies, yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Penderita akan mengalami kelemahan otot yang semakin parah, kelumpuhan yang berlanjut dari area gigitan ke seluruh tubuh, gangguan pernapasan dan fungsi jantung, kehilangan kesadaran, hingga akhirnya koma.
Pada tahap ini, rabies hampir selalu berujung pada kematian. Sebelum meninggal, akan mulai timbul beberapa phobia seperti phobia pada air (Hydrophobia), aerofobia, dan fotofobia.
Baca juga: Rabies bisa dicegah, ini langkah-langkah yang harus dilakukan
Baca juga: Kemenkes keluarkan SE guna perkuat pencegahan rabies di daerah
Baca juga: Pemkot cegah penularan rabies di Jakarta Utara melalui vaksinasi HPR
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Bangka Tengah gencarkan program “getas rasa asin” cegah rabies
- 26 Februari 2025
Pemkot cegah penularan rabies di Jakarta Utara melalui vaksinasi HPR
- 13 Februari 2025
Jaktim vaksinasi 48 hewan penular rabies di kawasan Setu
- 11 Februari 2025
Pemprov Bali percepat penanganan rabies melalui Smile didukung UNDP
- 11 Februari 2025
268 hewan di Cakung Barat divaksinasi untuk cegah rabies
- 27 Januari 2025
Ini perbedaan klinis kucing dan anjing yang terinfeksi rabies
- 22 Januari 2025
Rekomendasi lain
Tulisan Husnul Khotimah yang benar, Arab dan artinya
- 19 Agustus 2024
Daftar harga tiket dan rute bus Sinar Jaya
- 21 Agustus 2024
CPNS di Setjen KPU: Link, formasi, seleksi, dan penempatan
- 22 Agustus 2024
Puasa Ayyamul Bidh, amalan puasa selama setahun dan keutamaannya
- 16 November 2024
5 tas Louis Vuitton yang banyak dipakai di Indonesia
- 13 Oktober 2024
Daftar tarif tol trans Jawa di Tahun 2025
- 25 Februari 2025
Asal-usul sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 dan tujuannya
- 6 November 2024
Cara daftar bansos PKH secara online jelang akhir tahun 2024
- 17 Desember 2024