
IBS Gelar Ifthoria 2025, beri edukasi kesehatan mental 300 santri
- Selasa, 25 Maret 2025 10:18 WIB
- waktu baca 3 menit

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Indonesia Beramal Soleh (IBS) kembali menggelar acara tahunan Ifthoria (Ifthor Ceria) 2025 dengan menghadirkan 300 santri berprestasi di Kota Bandung pada Minggu (23/3).
Acara ini menjadi momentum istimewa bagi para santri, tidak hanya sebagai ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan mental bagi mereka.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dewan Pembina IBS, Dea Sunarwan, serta CEO Amalsholeh Network, Irfansyah Riyanto. Dalam sambutannya, Dea Sunarwan mengungkapkan harapannya agar acara ini dapat terus memberikan kebahagiaan bagi para santri.
“Tahun lalu, Ifthoria menghadirkan 100 santri, hari ini ada 300 santri. Mudah-mudahan apa yang dihadirkan bisa memberikan kebahagiaan untuk adik-adik,” katanya dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa.
Ifthoria 2025 menjadi bagian dari agenda besar IBS selama bulan Ramadhan, dengan mengusung semangat 5M: Membahagiakan, Melayani, Menginspirasi, Mengedukasi, dan Memuliakan santri. Berbagai kegiatan menarik digelar, seperti santunan, talkshow, penampilan santri, buka puasa bersama, shalat maghrib berjamaah, apresiasi untuk guru ngaji, serta pemberian hadiah bagi para santri.
Baca juga: Pesan kiai ke santri: Manfaatkan libur untuk evaluasi dan jaga akhlak
Baca juga: Kemenag: 512 pesantren jadi pilot Program Pesantren Ramah Anak
Pada kesempatan ini, IBS berkolaborasi dengan Deenay Style dalam memberikan santunan berupa uang tunai kepada 300 santri. Rani, Manager Marketing Deenay Style, menyampaikan harapannya agar Deenay dapat terus memberikan manfaat bagi banyak orang. “Kami mohon doanya untuk Deenay semoga tetap eksis dan lebih maju lagi,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam Ifthoria 2025 adalah edukasi kesehatan mental yang disampaikan oleh Ilmia Amalia, S.Pd., M.Pd., CH., CHt., seorang influencer sekaligus motivator hypnoparenting. Ilmia memberikan afirmasi positif kepada para santri untuk menanamkan pola pikir yang sehat dan optimis dalam kehidupan mereka.
Ketua divisi acara Ifthoria 2025, Rasyid, menjelaskan bahwa isu kesehatan mental diangkat untuk meningkatkan kesadaran para santri akan pentingnya kecerdasan emosional dan kesehatan mental.
“Selama Ramadhan, perubahan rutinitas, pola makan, serta dinamika sosial seringkali mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, acara ini menghadirkan pembicara ahli untuk membahas cara-cara mengatasi perasaan cemas dan depresi. Kami berharap para santri lebih siap menghadapi tantangan mental yang mungkin timbul selama Ramadhan,” tuturnya.
Para santri yang hadir berasal dari berbagai pondok pesantren, seperti Pesantren Indonesia Berkah, Pesantren Al-Kasyaf, Ruuhul Qur’an Mumtaz, Pesantren Oase Qur’ani, Yayasan Hikmah Berkarya, dan Pondok Darul Amaanah.
Acara ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh CEO Amalsholeh Network, Irfansyah Riyanto, sebagai bentuk harapan agar keberkahan Ramadhan senantiasa menyertai para santri dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam acara Ifthoria 2025.
Baca juga: Sekjen Dikdasmen ceritakan kisah masa kecil untuk memotivasi santri
Baca juga: Santri ngabuburit ngaji Kitab Kuning di Ponpes Al Musthofa Temanggung
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
INACA dan IBS Software mitigasi gangguan operasional penerbangan
- 27 September 2024
BAKTI resmikan jaringan internet 4G di Desa Sawyatami Papua
- 7 Desember 2021
Rekomendasi lain
Jadwal dan rangkaian acara pelantikan Presiden Donald Trump 2025
- 18 Januari 2025
Ingin tinggal di Bali? Simak biaya hidupnya
- 10 Juli 2024
Syarat Magang Bakti BCA dan besaran gajinya
- 17 Juli 2024
Profil Hasan Basri Sagala, calon wakil gubenur Sumut Pilkada 2024
- 4 September 2024
Cara mudah aktivasi kembali kartu XL yang hangus
- 17 Juli 2024
5 cara cek nomor IMEI Xiaomi untuk memastikan keasliannya
- 8 Agustus 2024
Profil Bambang Pacul, politisi PDIP yang dirumorkan ingin hengkang
- 14 Desember 2024