Pengamat: IHSG rebound jika ada sinyal positif kebijakan ekonomi RI

Pengamat: IHSG rebound jika ada sinyal positif kebijakan ekonomi RI

  • Senin, 24 Maret 2025 12:15 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pengamat: IHSG rebound jika ada sinyal positif kebijakan ekonomi RI
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz/aa.

Jakarta (ANTARA) – Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyampaikan potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk rebound masih ada, apabila investor mendapatkan sinyal positif dari kebijakan ekonomi dan stabilitas politik Indonesia.

Pada perdagangan sesi I, Senin, IHSG mengalami tekanan dengan koreksi 143,96 poin atau 2,30 persen ke posisi 6.114,22.

“Investor akan sangat memperhatikan langkah-langkah pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan yang ada, agar kepercayaan pasar dapat kembali pulih,” ujar Hendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan penurunan IHSG mencerminkan adanya ketidakpastian yang terjadi di pasar modal Indonesia, yang dipengaruhi oleh beragam faktor dari tingkat domestik maupun global.

Selain faktor musiman dan koreksi saham-saham besar, lanjutnya, sentimen negatif terhadap prospek ekonomi Indonesia semakin diperburuk dengan penurunan penerimaan pajak dan tingkat konsumsi masyarakat yang menurun.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa daya beli masyarakat semakin melemah, yang berpotensi berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Investor pun lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, sehingga menyebabkan pasar cenderung bergerak lebih rendah,” ujar Hendra.

Lebih lanjut, ia menjelaskan koreksi signifikan juga disebabkan oleh kondisi ekonomi makro yang melambat, termasuk penurunan daya beli dan meningkatnya PHK, sehingga memperburuk sentimen pasar.

Ia juga menyebutkan rilis kebijakan ekonomi seperti hasil konferensi pers Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) bank Himbara akan dapat mempengaruhi arah pasar saham dalam beberapa waktu ke depan.

“Jika IHSG tidak mampu bertahan di level psikologis 6.000, kemungkinan besar akan menguji level support di 5.800,” ujar Hendra.

Dengan demikian, ia menyebut perkembangan pasar saham akan sangat bergantung pada respons pelaku pasar terhadap pengumuman yang akan datang, serta kondisi ekonomi domestik dan global.

Pada Senin siang ini, BPI Danantara melangsungkan konferensi pers dalam rangka menyampaikan pengumuman strategis dan signifikan bagi perkembangan kelembagaan BPI Danantara Indonesia.

Sementara itu, dalam tiga hari ke depan mulai Senin sampai Rabu (26/3/2025), bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan melangsungkan RUPST, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, serta Bank BTN.

Baca juga: Analis: Kebijakan Danantara dan RUPST Himbara bisa tentukan arah IHSG

Baca juga: IHSG diprediksi mendatar di tengah “wait and see” data ekonomi global

Baca juga: IHSG Senin dibuka melemah 22,03 poin

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    5 Rumah Warga Rusak Dampak Ledakan di Pabrik Sidoarjo

    Jakarta – Ledakan terjadi di kawasan pabrik PT Great Wall Steel (PT GWS), Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Dilansir detikJatim, Selasa (7/4/2026),…

    Trump mengatakan AS dapat mengenakan biaya atas jalur Selat Hormuz di tengah perang Iran

    Presiden AS mengatakan Washington, sebagai ‘pemenang’ perang, mempunyai ‘konsep’ untuk mengenakan biaya pada jalur strategis perairan. Presiden Donald Trump telah menyatakan bahwa Amerika Serikat mungkin akan mengenakan biaya yang besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *