Kemenhut pastikan hitung luas hutan dengan metode yang diakui

Kemenhut pastikan hitung luas hutan dengan metode yang diakui

  • Senin, 24 Maret 2025 16:19 WIB
  • waktu baca 2 menit
Kemenhut pastikan hitung luas hutan dengan metode yang diakui
Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kemenhut Agus Budi Santosa (tengah) dalam konferensi pers di Kantor Kemenhut, Jakarta, Senin (24/3/2025). ANTARA/Prisca Triferna

metode ini di tingkat ASEAN sudah disepakati sebagai voluntary guidelines

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan bahwa menghitung luas tutupan hutan di Indonesia sudah menggunakan metode yang diakui dan disepakati tingkat ASEAN dengan hasil datanya digunakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

“Saya tidak mengatakan metode kami yang paling baik, paling sempurna. Tetapi metode ini di tingkat ASEAN sudah disepakati sebagai voluntary guidelines untuk forest inventory and monitoring system,” kata Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kemenhut Agus Budi Santosa dalam konferensi pers di Kantor Kemenhut, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Indonesia menggunakan definisi hutan Forest Reference Emission Level (FREL) yang masuk dalam kesepakatan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Sumber utama data berasal dari citra satelit bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Pihaknya juga melakukan verifikasi di lapangan, dengan beberapa titik dilakukan pemeriksaan bekerja sama dengan FAO dan mencapai akurasi 97,1 persen dari 15.286 titik sampel plot yang diverifikasi di sejumlah lokasi.

Baca juga: Luas kawasan hutan di Papua Barat turun menjadi 6 juta hektare

Baca juga: KLHK: Luas tutupan hutan Indonesia capai 95,6 juta hektare

Terkait hasil yang berbeda antara yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia lewat Kemenhut dibandingkan organisasi atau lembaga lain, Agus menyebut bahwa kemungkinan terjadi karena perbedaan metode.

“Metodenya beda, pasti hasilnya beda. Kecuali kalau metodenya sama, hasilnya berbeda, itu yang tidak boleh. Jadi kalau metodenya berbeda, ya pasti hasilnya berbeda,” katanya.

Menurut data terbaru Kemenhut, luas tutupan berhutan di Indonesia pada 2024 mencapai 95,5 juta hektare dengan angka deforestasi netto mencapai 175,4 ribu hektare.

Data deforestasi terbaru didapatkan dari pengurangan deforestasi bruto 216,2 ribu hektare dikurangi luas reforestasi 40,8 ribu hektare untuk mendapatkan deforestasi netto.

Baca juga: Kemenhut: Kebakaran hutan jadi salah satu faktor deforestasi pada 2024

Baca juga: Kemenhut: Luas hutan RI 95,5 juta ha & angka deforestasi 175,4 ribu ha

Baca juga: Kemenhut cabut 18 PBPH dengan luas lebih dari 500 ribu ha

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *