
Pakar Unhas kupas dampak El Nino terhadap seni Gua Prasejarah Maros
- Sabtu, 22 Maret 2025 19:16 WIB
- waktu baca 3 menit

Makassar (ANTARA) – Guru Besar Hidrometeorologi dari Departemen Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unhas Prof Dr Halmar Halide MSc, mengupas dampak El Nino terhadap seni di Gua Prasejarah Maros-Pangkep dalam Webinar Peringatan Hari Meteorologi Dunia di Institut Teknologi Bandung (ITB) Sabtu.
Prof Halmar dalam pemaparannya menyajikan perspektif baru dengan menghubungkan perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem terhadap degradasi warisan budaya di Indonesia.
Melalui presentasinya berjudul “The Impact of ENSO and Weather on Cave Art Exfoliation in the UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep”, Prof Halmar membahas bagaimana perubahan iklim, khususnya fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO), berdampak pada pengelupasan seni cadas berusia lebih dari 50.000 tahun yang terdapat di kawasan Geopark Maros-Pangkep.
Penelitian Prof Halmar menemukan bahwa perubahan suhu dan kelembaban akibat El-Nino mempercepat degradasi seni cadas di beberapa gua di Maros-Pangkep, seperti Leang Pettae, Leang Parewe, Leang Jing, dan Leang Jarie.
Baca juga: Peneliti temukan aktivitas manusia prasejarah di Gua Emok Tum
Baca juga: BPCB akan mendata lukisan prasejarah di gua-gua Pulau Kisar
Selain itu, ada faktor tambahan berupa aerosol sulfur, yang berasal dari aktivitas manusia seperti emisi kendaraan diesel, pembakaran jerami, dan industri, yang semakin mempercepat proses kerusakan lukisan gua.
Penelitian ini juga melibatkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI) untuk memodelkan hubungan antara variabilitas iklim dan tingkat kerusakan lukisan gua.
Data cuaca dari NASA dan indeks ENSO digunakan untuk membangun model prediksi yang dapat membantu memahami pola pengelupasan.
“Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan iklim memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kerusakan seni cadas tersebut,” kata Prof. Halmar.
Lebih jauh, Prof. Halmar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan kementerian dan komunitas peneliti dari berbagai disiplin ilmu, untuk mengembangkan strategi konservasi berbasis pemantauan iklim.
“Kita perlu menghindari kerja sendiri-sendiri yang bisa berujung pada tumpang tindih riset. Justru, dengan menghimpun para peneliti dan pihak terkait dalam satu kolaborasi besar, kita bisa menciptakan solusi yang lebih efektif,” ujarnya.
Prof Halmar lebih jauh menjelaskan, sebagai pakar hidrometeorologi, dirinya telah beberapa kali menjadi pembicara dalam webinar serupa di ITB, membahas topik terkait mitigasi bencana dan perubahan iklim.
Namun, pada tahun ini ia memilih sudut pandang yang berbeda. Jika sebelumnya ia lebih banyak membahas tentang sistem peringatan dini, kali ini ia mengangkat warisan budaya sebagai salah satu aspek yang turut terdampak oleh perubahan iklim.e
Dengan menghadirkan pakar dari berbagai universitas dan institusi, webinar ini diharapkan membuka diskusi lebih luas tentang peran ilmu atmosfer tidak hanya dalam mitigasi bencana, tetapi juga dalam menjaga warisan budaya dunia.
Melalui penelitian ini, Prof. Halmar ingin menyebarkan kesadaran bahwa konservasi seni gua bukan sekadar isu arkeologi atau sejarah, tetapi juga berkaitan erat dengan dinamika iklim global yang terus berubah.*
Baca juga: Gua di Tanah Bumbu hunian manusia prasejarah?
Baca juga: Arkeolog Papua menemukan gua prasejarah di Sorong
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Kepala BPOM dorong kolaborasi riset menuju World Class University
- 23 Desember 2024
Pakar: Netralitas ASN diuji di Pilkada 2024
- 16 Juli 2024
Guru Besar Unhas acungi jempol Gubernur tak perpanjang kontrak Vale
- 9 September 2022
Rekomendasi lain
Cara melihat pesan WA yang sudah dihapus pengirim, simak langkahnya!
- 16 Desember 2024
Begini cara bayar cicilan Pegadaian lewat BRI m-banking atau BRImo
- 27 September 2024
Biaya pembuatan paspor naik Desember 2024, ini rinciannya
- 28 Oktober 2024
Doa menyembuhkan penyakit dengan air putih
- 14 Agustus 2024
Lirik lagu “Mengheningkan Cipta”
- 31 Juli 2024
Cara aktifkan roaming Telkomsel sebelum ke luar negeri
- 27 September 2024
Formasi CPNS Basarnas 2024 dan tahapan seleksinya
- 22 Agustus 2024
Zodiak para presiden Indonesia
- 16 Agustus 2024
Daftar nama negara dan ibukota di wilayah Asia Pasifik
- 15 Agustus 2024