Kemendukbangga: Program Tamasya beri ketenangan para ibu bekerja

Kemendukbangga: Program Tamasya beri ketenangan para ibu bekerja

  • Sabtu, 22 Maret 2025 18:04 WIB
  • waktu baca 2 menit
Kemendukbangga: Program Tamasya beri ketenangan para ibu bekerja
Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN dr. Irma Ardiana (kanan bawah) dalam sosialisasi program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) secara daring di Jakarta, Jumat (21/3/2025). (ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN)

Para pengasuh Tamasya sudah dilatih dan selalu dipantau Kemendukbangga/BKKBN. Mereka diberikan pelatihan dan monitoring di Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) dengan sistem belajar mandiri…

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) memberikan kesempatan pada para ibu untuk bekerja dengan tenang.

“Para pengasuh Tamasya sudah dilatih dan selalu dipantau Kemendukbangga/BKKBN. Mereka diberikan pelatihan dan monitoring di Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) dengan sistem belajar mandiri melalui modul pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” kata Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN Irma Ardiana dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Ia memaparkan salah satu faktor penentu keberhasilan bonus demografi yang sedang dialami masyarakat Indonesia adalah tingkat partisipasi perempuan dalam pasar kerja.

Baca juga: Mendukbangga: Penyediaan daycare bermutu satu solusi atasi childfree

Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2024, saat ini Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih 56,42 persen, lebih rendah dibandingkan TPAK laki-laki sebesar 84,66 persen, .

Menurutnya, di Tamasya anak juga mendapatkan pemantauan secara periodik terkait pertumbuhan berat dan tinggi badan, perkembangan, indikasi kekerasan, dan kebutuhan layanan rujukan. Bagi orang tua atau keluarga, juga mendapatkan kelas pengasuhan atau parenting dan pemberian rapor.

“Tamasya memberikan rujukan dengan sistem pra-rujukan dengan identifikasi kasus dan dokumentasi. Tahap kedua, rujukan sesuai dengan faktor risiko, dan tahap ketiga, pasca-rujukan dengan monitoring dan evaluasi serta pendampingan intensif terhadap anak yang telah dirujuk,” paparnya.

Baca juga: DKI tambah fasilitas pengasuhan anak terdaftar DTKS

Kemendukbangga/BKKBN telah memetakan potensi Tamasya di Taman Penitipan Anak (TPA) seluruh Indonesia. Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dan Kementerian Sosial (Kemensos), terdapat 10.026 TPA di seluruh Indonesia.

Nantinya Tim Pendampingan Keluarga (TPK) akan melakukan pelaporan dengan mendaftarkan Tamasya terkait penyelenggara dan TPA, serta laporan pendampingan pengasuhan.

Sementara itu kegiatan data dan informasi akan dilakukan pemetaan data potensial Tamasya berdasarkan data TPA yang ada, melakukan sosialisasi Tamasya, pemantauan pelaksanaan Tamasya di TPA, serta melakukan pelaporan hasil pendampingan Tamasya setiap bulan.

Baca juga: Cegah kekerasan, pemerintah luncurkan Gerakan Ramadhan Ramah Anak

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *