Inflasi Malaysia meningkat perlahan 1,5 persen pada Februari 2025

Laporan dari Kuala Lumpur

Inflasi Malaysia meningkat perlahan 1,5 persen pada Februari 2025

  • Sabtu, 22 Maret 2025 04:58 WIB
  • waktu baca 2 menit
Inflasi Malaysia meningkat perlahan 1,5 persen pada Februari 2025
BI Riau menggencarkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 43 titik lokasi hingga akhir 2023. dok.ANTARA.

beberapa kelompok mencatat kenaikan lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya terjadi pada perawatan pribadi yang mencapai 3,7 persen

Kuala Lumpur (ANTARA) – Inflasi Malaysia yang diukur melalui Indeks Harga Konsumen mengalami peningkatan perlahan sebesar 1,5 persen pada Februari 2025, menurut Departemen Statistik Malaysia (DOSM).

Kepala Statistik Malaysia Mohd Uzir Mahidin dalam pernyataan media dikeluarkan di Putrajaya, Jumat, mengatakan peningkatan inflasi pada Februari 2025 didorong oleh melambatnya kenaikan inflasi pada kelompok utama di antaranya perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 2,3 persen; rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 1,5 persen; kesehatan 1,0 persen; transportasi 0,7 persen dan dekorasi, perangkat keras dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,3 persen.

Namun, ia mengatakan beberapa kelompok mencatat kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya terjadi pada perawatan pribadi yang mencapai 3,7 persen (Januari 2025, 3,3 persen); perlindungan sosial, barang dan jasa mencapai 1,9 persen (Januari 2025, 1,6 persen); pendidikan, asuransi dan jasa keuangan mencapai 1,5 persen (Januari 2025, 0,6 persen).

Kelompok makanan dan minuman menyumbang 29,8 persen dari total Indeks Harga Konsumen tertimbang kenaikan sebesar 2,5 persen pada Februari 2025 (Januari 2025, 2,5 persen).

Kenaikan harga santan segar dan santan instan masing-masing sebesar 27,0 persen dan 8,7 persen pada Februari 2025 dibandingkan 21,9 persen dan 3,8 persen pada Januari 2025 juga turut berkontribusi terhadap peningkatan inflasi subkelompok makanan di rumah.

Kenaikan harga kelapa di pasar Malaysia sejak Oktober 2024 bukan hanya disebabkan oleh berkurangnya pasokan kelapa lokal, tetapi juga kurangnya pasokan dari seluruh dunia seiring dengan musim pemasakan kelapa.

Sebanyak 650 metrik ton kelapa tua diimpor oleh Federal Agricultural Marketing Board (FAMA) untuk digunakan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Uzir mengatakan inflasi negara bagian tercatat di bawah nasional yang mencapai 1,5 persen. Namun, empat negara bagian mengalami peningkatan di atas inflasi nasional, di antaranya Johor sebesar 2,1 persen, Sarawak 1,9 persen, Selangor 1,9 persen, dan Malaka 1,6 persen.

Sebagai perbandingan inflasi dengan negara-negara tertentu, ia mengatakan inflasi di Malaysia (1,5 persen) lebih rendah dibandingkan inflasi di Vietnam yang mencapai 2,9 persen dan Filipina 2,1 persen.

Sementara itu, ia mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Thailand yang mencapai 1,1 persen), Indonesia -0,1 persen dan China -0,7 persen.

Baca juga: Tingkat inflasi Malaysia tetap di angka 2 persen pada Juni 2024

Baca juga: Moody's Ratings perkirakan ekonomi Malaysia tumbuh 5 persen pada 2025

Baca juga: Indonesia dukung prioritas ekonomi pada Keketuaan Malaysia ASEAN 2025

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *