
Laporan dari Kuala Lumpur
Inflasi Malaysia meningkat perlahan 1,5 persen pada Februari 2025
- Sabtu, 22 Maret 2025 04:58 WIB
- waktu baca 2 menit

beberapa kelompok mencatat kenaikan lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya terjadi pada perawatan pribadi yang mencapai 3,7 persen
Kuala Lumpur (ANTARA) – Inflasi Malaysia yang diukur melalui Indeks Harga Konsumen mengalami peningkatan perlahan sebesar 1,5 persen pada Februari 2025, menurut Departemen Statistik Malaysia (DOSM).
Kepala Statistik Malaysia Mohd Uzir Mahidin dalam pernyataan media dikeluarkan di Putrajaya, Jumat, mengatakan peningkatan inflasi pada Februari 2025 didorong oleh melambatnya kenaikan inflasi pada kelompok utama di antaranya perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 2,3 persen; rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 1,5 persen; kesehatan 1,0 persen; transportasi 0,7 persen dan dekorasi, perangkat keras dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,3 persen.
Namun, ia mengatakan beberapa kelompok mencatat kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya terjadi pada perawatan pribadi yang mencapai 3,7 persen (Januari 2025, 3,3 persen); perlindungan sosial, barang dan jasa mencapai 1,9 persen (Januari 2025, 1,6 persen); pendidikan, asuransi dan jasa keuangan mencapai 1,5 persen (Januari 2025, 0,6 persen).
Kelompok makanan dan minuman menyumbang 29,8 persen dari total Indeks Harga Konsumen tertimbang kenaikan sebesar 2,5 persen pada Februari 2025 (Januari 2025, 2,5 persen).
Kenaikan harga santan segar dan santan instan masing-masing sebesar 27,0 persen dan 8,7 persen pada Februari 2025 dibandingkan 21,9 persen dan 3,8 persen pada Januari 2025 juga turut berkontribusi terhadap peningkatan inflasi subkelompok makanan di rumah.
Kenaikan harga kelapa di pasar Malaysia sejak Oktober 2024 bukan hanya disebabkan oleh berkurangnya pasokan kelapa lokal, tetapi juga kurangnya pasokan dari seluruh dunia seiring dengan musim pemasakan kelapa.
Sebanyak 650 metrik ton kelapa tua diimpor oleh Federal Agricultural Marketing Board (FAMA) untuk digunakan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Uzir mengatakan inflasi negara bagian tercatat di bawah nasional yang mencapai 1,5 persen. Namun, empat negara bagian mengalami peningkatan di atas inflasi nasional, di antaranya Johor sebesar 2,1 persen, Sarawak 1,9 persen, Selangor 1,9 persen, dan Malaka 1,6 persen.
Sebagai perbandingan inflasi dengan negara-negara tertentu, ia mengatakan inflasi di Malaysia (1,5 persen) lebih rendah dibandingkan inflasi di Vietnam yang mencapai 2,9 persen dan Filipina 2,1 persen.
Sementara itu, ia mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Thailand yang mencapai 1,1 persen), Indonesia -0,1 persen dan China -0,7 persen.
Baca juga: Tingkat inflasi Malaysia tetap di angka 2 persen pada Juni 2024
Baca juga: Moody's Ratings perkirakan ekonomi Malaysia tumbuh 5 persen pada 2025
Baca juga: Indonesia dukung prioritas ekonomi pada Keketuaan Malaysia ASEAN 2025
Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Inflasi Malaysia melambat 2 persen pada Juli 2023
- 26 Agustus 2023
Inflasi Malaysia 2,4 persen pada Juni 2023
- 18 Agustus 2023
Inflasi Malaysia di angka 3,1 persen periode Januari-Agustus 2022
- 23 September 2022
Inflasi Malaysia naik 4,4 persen pada Juli 2022
- 29 Agustus 2022
Rekomendasi lain
Rekomendasi daftar film bioskop Indonesia terbaru 2024
- 16 September 2024
Cara membuat dan memperpanjang SKCK
- 19 Agustus 2024
Doa niat mandi wajib setelah haid dan tata caranya
- 29 Agustus 2024
Daftar 15 gunung api yang populer di Indonesia
- 10 Juli 2024
Rincian gaji polisi, lengkap dengan besaran tunjangannya
- 13 Oktober 2024
Kelebihan DuckDuckGo dibanding mesin pencari lain
- 11 Agustus 2024