
Wali Kota Subulussalam dan Bupati Aceh Singkil antusias bangun SR
- Jumat, 21 Maret 2025 09:17 WIB
- waktu baca 4 menit

…Besar harapan kami agar Bapak Menteri bisa memprioritaskan kota Subussalam. Mengingat banyak di sana masih kategori miskin. Dan juga masyarakatnya ini banyak yang buruh harian lepas
Jakarta (ANTARA) – Wali Kota Subulussalam M. Rasyid dan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon sangat antusias dengan program Sekolah Rakyat (SR) karena memutus mata rantai kemiskinan sekaligus memberantas kebodohan.
Dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat, keduanya pun kompak mengusulkan tempat untuk pembangunan Sekolah Rakyat di daerah masing-masing.
“Alhamdulillah proposal (Sekolah Rakyat) kita sudah lengkap. Kebetulan di Kota Subulussalam ada lahan punya Pemkot, kemudian juga punya gedung lebih kurang luasnya ini sekitar 12 hektare,” kata Wali Kota Subulussalam M. Rasyid.
Ia menuturkan di samping lahan tersebut ada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Bila ada Sekolah Rakyat, maka akan menjadi sarana pendidikan yang terintegrasi.
“Di situ ada SD-nya, ada SMP-nya, ada SMA-nya. Kemudian juga sejenis boarding. Maka kita bersemangat untuk mengejar agar masuk dalam program 2025 ini,” katanya.
Tempat yang ditawarkan Rasyid sebelumnya merupakan bangunan yang dihibahkan Pemda Aceh Singkil. Lalu gedungnya dibangun pemerintah kota untuk kampus.
“Kebetulan sekolah tingginya berpindah dan gedung ini sudah tinggal. Maka langkah baiknya ini kita revitalisasi untuk Sekolah Rakyat tadi,” katanya.
Rasyid mengatakan bangunan tersebut memiliki kapasitas untuk 400 orang untuk tahap awal.
Bila bangunan ini dijadikan Sekolah Rakyat, lanjutnya, maka standarnya akan menunggu arahan dari Kemensos.
“Pasti sangat membutuhkan apalagi ini sekolah semua gratis. Dan kita tahu angka kemiskinan di Subussalam ini tinggi sekitar 13.800 sekian orang,” katanya.
Ia yakin masyarakat sangat antusias dengan sekolah ini. Sebab biaya pakaian, makan, pendidikan, hingga asrama ditanggung pemerintah. Orang tua juga boleh berkunjung.
“Besar harapan kami agar Bapak Menteri bisa memprioritaskan kota Subussalam. Mengingat banyak di sana masih kategori miskin. Dan juga masyarakatnya ini banyak yang buruh harian lepas,” katanya.
Senada dengan Rasyid, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon mengusulkan gedung tidak terpakai di daerahnya untuk pendirian Sekolah Rakyat seluas 2,4 hektare.
Gedung tersebut merupakan bekas Islamic Center yang sudah tidak dipergunakan lagi.
“Dan di situ juga ada lengkap dengan ruang belajar, baik putri putranya dan asramanya juga ada. Dan rumah guru serta perlengkapan lainnya,” katanya.
Ia berharap Sekolah Rakyat juga bisa didirikan di Aceh Singkil. Ia mengatakan angka kemiskinan masyarakatnya sebesar 15 persen.
“Jadi inilah yang harus kami minta kepada Pak Menteri Sosial agar masyarakat di sana, anak-anak kita di sana dapat masuk sekolah secara gratis dan dibuat lagi boarding school,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengapresiasi semangat Wali Kota Subulussalam M. Rasyid dan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon.
“Konsep besarnya bagaimana mengentaskan kemiskinan, program besarnya itu,” kata Agus Jabo.
Ia mengatakan Presiden Prabowo ingin agar Indonesia dapat setara dengan negara-negara maju.
Salah satu caranya dengan mengentaskan kemiskinan dan peningkatan pemberdayaan masyarakat.
“Orang miskin ekstrem ada 3 juta dengan pengeluaran Rp400 ribu per bulan,” katanya.
Agus Jabo menuturkan Presiden Prabowo menargetkan tiap tahun bisa didirikan 200 Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat ini bukan vokasi, namun sekolah untuk menciptakan pemimpin.
“Begitu lulus SMA, mau kita kuliahkan. Sehingga, dia pulang ke daerah sudah jadi agen perubahan,” katanya.
Menurutnya, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan sudah memiliki ilmu dan kompetensi yang bagus dan berkarakter pemimpin, khususnya di bidang masing-masing. Sekolah Rakyat akan menyediakan asrama untuk anak-anak tersebut.
Baca juga: Sekolah Rakyat diharap jadi solusi pemenuhan hak pendidikan semua anak
“Karena kalau anak ini masih orang tuanya dan tidak kita ambil, dia akan dipaksa orang tuanya kerja di ladang,” katanya.
Baca juga: Mensos sebut Sekolah Rakyat butuh 700 guru bersertifikat PPG
Ia mengatakan siswa Sekolah Rakyat akan diprioritaskan adalah domisilinya untuk yang dekat dengan sekolah. Sehingga, mereka tidak jauh dari orang tuanya dan masih bisa ditengok.
Baca juga: Mensos cek kesiapan Pusdiklat Kemensos jadi Sekolah Rakyat mulai Juli
“Kalau anak atau orang tua kangen silakan berkunjung, di samping kelas dan asrama ada tempat tinggal guru dan tempat untuk orang tua menginap,” katanya.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Mensos optimistis DTSEN bantu urai kemiskinan di Banten
- Kemarin 22:18
Rekomendasi lain
Sudah mulai cair, ini cara cek penerima dana PIP Desember 2024
- 3 Desember 2024
Arti masyaallah tabarakallah dan cara menulisnya
- 30 Juli 2024
Mengenal aplikasi Truecaller dan cara menggunakannya
- 23 Juli 2024
Squid Game 2: Inilah sinopsis dan daftar pemain yang akan tampil
- 27 Desember 2024
Profil Hasan Basri Sagala, calon wakil gubenur Sumut Pilkada 2024
- 4 September 2024
Cara membuat kartu kuning pencari kerja bisa secara online
- 14 Oktober 2024