
WIKA pastikan kesiapan tol Serang-Panimbang hadapi arus mudik
- Kamis, 20 Maret 2025 12:18 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui anak usahanya PT Wijaya Karya Serang Panimbang siap mengoperasikan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) sepanjang 26,5 km untuk mendukung arus mudik Lebaran 2025. Jalan tol ini dirancang untuk mengurangi waktu perjalanan dari Jabodetabek menuju wilayah Banten Tengah dan Selatan, di mana sebelumnya memerlukan waktu 3-4 jam, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu 1-2 jam.
Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat selama melewati Tol Serang-Panimbang selama arus mudik, WIKA menyediakan berbagai fasilitas penting, seperti empat unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di lokasi strategis, sebuah unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) portable, layanan operasional dan transaksi yang siap melayani 24 jam, serta sepuluh unit kendaraan operasional seperti unit rescue, ambulance, derek, patroli, dan PJR. Selain itu, setiap gerbang tol (GT Cikeusal, GT Tunjung Teja & GT Rangkasbitung) juga dilengkapi dengan dua mobile reader untuk layanan transaksi, serta terdapat tiga posko di Exit Tol Rangkasbitung, yaitu posko keamanan bekerja sama dengan TNI, posko keselamatan bekerja sama dengan Polri, dan posko kesehatan bekerja sama dengan PMI.
Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang terdiri dari tiga seksi yang saling terintegrasi. Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 km telah beroperasi sejak Desember 2021. Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles yang memiliki panjang 24,1 km saat ini sedang dalam tahap konstruksi dan direncanakan akan mulai beroperasi pada Oktober 2025. Sementara itu, Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km terbagi menjadi dua sub-seksi: Seksi 3A Cileles-Bojong yang sepanjang 17,46 km dan Seksi 3B Bojong-Panimbang sepanjang 15,54 km, keduanya ditargetkan dapat beroperasi pada September 2025 dan April 2026. Sehingga diperkirakan tol ini dapat terhubung 100% pada kuartal kedua tahun 2026
Sebagai informasi, dalam jangka panjang, pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan biaya logistik di Indonesia. Berdasarkan studi kelayakan ekonomi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR pada tahun 2016, Jalan Tol Serang Panimbang diproyeksikan dapat menurunkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) hingga 30% dan memangkas waktu tempuh transportasi barang hingga 50%. Dengan demikian, pengiriman barang dari Jabodetabek ke Banten Tengah-Selatan akan menjadi lebih efisien, baik dari segi waktu maupun biaya.
“Kami berkomitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas tol yang kami operasikan, sehingga perjalanan mudik Masyarakat dapat berlangsung dengan aman, lancar dan menyenangkan,” ujar Agung BW, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
WIKA ungkap lima proyek terbesar selesai pada 2024
- 5 Maret 2025
WIKA aktif eksplorasi sektor BUMN dan swasta lewat proyek EPCC
- 27 Februari 2025
WIKA pahami dan patuhi aturan BEI seiring suspensi saham
- 18 Februari 2025
WEGE Targetkan Kontrak Baru Rp3,5 Triliun pada 2025
- 20 Januari 2025
Rekomendasi lain
Apa itu CroxyProxy? Berikut pengertian dan manfaatnya
- 15 Agustus 2024
Rekomendasi hp second harga Rp1 jutaan
- 8 Agustus 2024
Bolehkah perempuan haid ziarah kubur? Simak penjelasannya
- 29 Agustus 2024
Berapa minimal top up di aplikasi DANA untuk setiap metode?
- 19 Agustus 2024
Puasa Senin Kamis untuk meminta sesuatu
- 21 Juli 2024
Urutan dzikir dan doa setelah shalat witir
- 23 Juli 2024
Profil Ahmad Muzani, Ketua MPR RI periode 2024-2029
- 5 Oktober 2024
Siapa saja negara anggota BRICS? Simak daftarnya!
- 10 Januari 2025