OpenAI hadirkan model AI penalaran lebih canggih

OpenAI hadirkan model AI penalaran lebih canggih

  • Kamis, 20 Maret 2025 06:54 WIB
  • waktu baca 2 menit
OpenAI hadirkan model AI penalaran lebih canggih
Ilustrasi – Logo OpenAI, perusahaan riset kecerdasan buatan yang bermarkas di California, Amerika Serikat. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta (ANTARA) – OpenAI telah meluncurkan versi yang lebih canggih dari model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) penalaran o1 dalam API pengembang mereka.

Menurut laporan TechCrunch pada Rabu (19/3), model AI penalaran yang dinamai o1-pro diklaim menggunakan lebih banyak daya komputasi dibandingkan versi sebelumnya untuk menghasilkan respons yang lebih baik secara konsisten.

Saat ini, model o1-pro hanya tersedia bagi pengembang tertentu yang telah menghabiskan setidaknya 5 dolar AS (sekitar Rp82,6 ribu) dalam layanan API OpenAI dan harganya dinilai sangat mahal.

OpenAI mengenakan biaya 150 dolar AS (sekira Rp2,4 juta) per satu juta token (sekitar 750.000 kata) masukan dan 600 dolar AS per satu juta token keluaran yang dihasilkan oleh model tersebut.

Besaran biaya penggunaan model o1-pro dua kali lipat lebih besar dibandingkan GPT-4.5 untuk masukan dan sepuluh kali lebih mahal dibandingkan model o1 biasa.

Baca juga: Model AI baru Google miliki celah

Baca juga: OpenAI luncurkan model AI GPT-4.5 bagi pengguna ChatGPT Plus

OpenAI bertaruh peningkatan kinerja o1-pro akan meyakinkan para pengembang untuk membayar layanan dengan harga premium.

Seorang juru bicara OpenAI menyampaikan bahwa model o1-pro dirancang untuk “berpikir lebih keras” dan memberikan jawaban yang lebih baik terhadap masalah yang paling sulit.

“Setelah menerima banyak permintaan dari komunitas pengembang, kami sangat antusias menghadirkan model ini ke dalam API guna menawarkan respons yang lebih andal,” katanya.

Namun, respons awal terhadap model o1-pro tidak sepenuhnya positif.

Model yang sejak Desember 2024 tersedia di platform ChatGPT milik OpenAI bagi pelanggan ChatGPT Pro ini menurut laporan pengguna kesulitan menyelesaikan teka-teki Sudoku dan terkecoh oleh lelucon berbasis ilusi optik sederhana.

Selain itu, tolok ukur internal OpenAI dari akhir tahun lalu menunjukkan o1-pro hanya berkinerja sedikit lebih baik dibandingkan o1 standar dalam menyelesaikan masalah pemrograman dan matematika. Namun, model ini memberikan jawaban yang lebih dapat diandalkan.​​​​​​​

Baca juga: Microsoft dilaporkan kembangkan model AI untuk saingi OpenAI

Baca juga: China luncurkan model AI pertama untuk diagnosis penyakit langka

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *