ExxonMobil bidik Indonesia jadi tuan rumah petrokimia

ExxonMobil bidik Indonesia jadi tuan rumah petrokimia

  • Kamis, 20 Maret 2025 01:46 WIB
  • waktu baca 2 menit
ExxonMobil bidik Indonesia jadi tuan rumah petrokimia
VP Public & Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited Dave A. Seta dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Rabu (19/3/2025). ANTARA/Putu Indah Savitri

…Kami sedang melihat Indonesia menjadi salah satu tempat pengembangan petrokimia di kawasan

Jakarta (ANTARA) – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) membidik Indonesia menjadi tuan rumah pengembangan petrokimia di kawasan Asia, sebab Asia diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri polimer pada 20–30 tahun ke depan.

“Kami sedang melihat Indonesia menjadi salah satu tempat pengembangan petrokimia di kawasan,” ucap VP Public & Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited Dave A. Seta dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Rabu malam.

Rencana itulah yang melandasi ExxonMobil bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan studi tentang peluang realisasi pengembangan petrokimia. Terlebih, tutur Dave, kawasan Asia diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri polimer.

Industri polimer dan petrokimia memiliki hubungan erat karena sebagian besar polimer berasal dari bahan baku yang diproduksi oleh industri petrokimia.

Selain membedah potensi Indonesia untuk menjadi tuan rumah petrokimia, ExxonMobil juga sedang menyoroti potensi bisnis pengembangan pusat Carbon Capture and Storage (CCS Hub).

“Kami sedang kerja sama dengan Pertamina untuk melihat potensi bisnis pengembangan CCS Hub atau CCS terpusat di Sunda Asri, yang lokasinya ada di Laut Jawa,” kata Dave.

Pernyataan tersebut ia sampaikan terkait nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan ExxonMobil Chemical International Major Growth Ventures (ExxonMobil) dalam pengembangan sektor petrokimia serta teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) senilai 10 miliar dolar AS (Rp162,64 triliun, kurs Rp16.264).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS tersebut dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 90 persen.

Ia berharap proyek pengembangan petrokimia dan teknologi CCS tersebut dapat segera memasuki tahapan groundbreaking, serta dapat menjadi proyek CCS yang dapat beroperasi pertama kali.

MoU tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih erat, termasuk pembentukan Satuan Tugas Bersama yang bertugas mengoordinasikan langkah-langkah strategis untuk merealisasikan proyek tersebut.

Baca juga: SKK Migas: Produksi Exxon Cepu akan tambah penerimaan Rp33,6 triliun

Baca juga: Exxon Mobil akuisisi Pioneer untuk perluas produksi minyak di Texas

Kerja sama tersebut sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang ramah dan kompetitif.

Baca juga: Exxon, Chevron habiskan miliaran dolar untuk proyek minyak tahun depan

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *