BPBD Natuna kerahkan tim pantau wilayah rawan banjir

BPBD Natuna kerahkan tim pantau wilayah rawan banjir

  • Kamis, 20 Maret 2025 13:14 WIB
  • waktu baca 2 menit
BPBD Natuna kerahkan tim pantau wilayah rawan banjir
Kondisi Jalan Kolonel Pnb. Sumihar Sihotang (ANTARA/HO-BPBD Natuna)

Natuna (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengerahkan satu tim untuk memantau wilayah rawan banjir, menyusul tingginya intensitas hujan beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika, dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, mengatakan bahwa wilayah yang dipantau meliputi Simpang Tiga Batu Hitam, Gang Pancur, Batu Hitam, Air Lebay, Jalan Kolonel Pnb. Sumihar Sihotang, Jalan HR Soebrantas Sual, TK Pembina, Jalan Museum Lama, dan wilayah sekitar Hotel Natuna.

Pemantauan, kata dia, dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ancaman, memeriksa kesiapan infrastruktur, dan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat.

“Dari hasil pantauan, kondisi masih aman dan terkendali,” ujar dia.

Baca juga: BPBD Natuna petakan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi basah

Selain hujan, Natuna juga telah dilanda angin kencang selama dua hari terakhir. Akibatnya, atap bangunan kamar mandi milik seorang warga di Kecamatan Bunguran Timur mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/3) sore, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Pada pukul 17.00 WIB terjadi cuaca ekstrem berupa angin kencang di wilayah Kabupaten Natuna, khususnya Bunguran Timur. Salah satu MCK milik warga rusak akibat diterjang angin kencang,” katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Natuna Brian Zuhrufi, mengatakan bahwa secara umum kondisi cuaca selama sepekan ke depan diprakirakan berawan tebal dan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Baca juga: Diterjang angin, atap tribun lapangan bola Rp1,2 M di Natuna ambruk

“Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan berlangsung hingga 22 Maret 2025, sedikit mereda pada 23 Maret 2025, dan kembali meningkat pada 24–25 Maret 2025,” ujar dia.

Selain itu, pada periode yang sama, tinggi gelombang di perairan Natuna diperkirakan mencapai 1,25–3,5 meter dan berpotensi mencapai empat meter di Laut Natuna Utara.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti peningkatan curah hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.

Baca juga: BPBD Natuna catat sebanyak 146 Kejadian bencana pada 2024

“Selain itu, juga waspadai terhadap potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang diprakirakan masih dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Natuna dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Dasco: Pilpres Secara Langsung di Revisi UU Pemilu

    WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan salah satu materi yang akan dibahas dalam revisi Undang-undang Pemilihan Umum nantinya, yaitu mengenai mekanisme pemilihan presiden. Ia memastikan sistem…

    Kakek 79 Tahun di Bekasi Tewas Usai Terseret Arus Banjir

    Jakarta – Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas akibat terseret arus banjir di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Korban bernama Namat (79) dievakuasi warga sekitar. “Kita ditelepon, dikabari,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *