
KP2MI – BNI bahas penyaluran KUR untuk pekerja migran Indonesia
- Rabu, 19 Maret 2025 17:19 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Bank Negara Indonesia (BNI) membahas penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia.
Melalui rilis pers KP2MI pada Rabu, Abdul Kadir Karding menilai manfaat kredit usaha rakyat (KUR) penting diberikan untuk pekerja migran karena sebagian besar dari mereka, kata dia, sangat bergantung pada KUR untuk mengurusi proses keberangkatan bekerja di luar negeri.
“Banyak pekerja migran ini terkendala anggaran di proses awal keberangkatan, karena tidak memiliki biaya untuk mengurus dokumen mereka,” kata Karding.
“Sementara KUR cairnya di tengah, setelah mendapat kuota kerja, sehingga banyak yang tidak tercover dan memberatkan pekerja migran. Harus ada solusi untuk ini,” kata dia menambahkan.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Karding saat membahas program KUR untuk pekerja migran Indonesia bersama Bank Negara Indonesia (BNI) di kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Jakarta, Rabu (19/3).
Menteri Karding juga menyebutkan bahwa potensi pemberian KUR bisa lebih besar di tahap pemberdayaan pekerja migran. Terlebih, pemberdayaan yang menjadi bagian dari pelindungan ekonomi tersebut diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Pekerja Migran Indonesia.
“Seperti pendampingan usaha, akses modal untuk purna pekerja migran, daripada mereka kena pinjaman dari lembaga-lembaga yang tidak bertanggung jawab dan mengenakan bunga tinggi,” katanya.
Karding juga mengingatkan pentingnya literasi keuangan bagi para pekerja migran Indonesia yang bisa diikutsertakan dalam kerja sama KP2MI dengan BNI.
Menurut Karding, literasi keuangan untuk pekerja migran penting agar mereka, yang merupakan penyumbang devisa kedua terbesar Indonesia itu, mampu mengatur keuangan mereka.
“Kalau literasi keuangan pekerja migran bagus, maka pekerja migran bisa menabung hingga berinvestasi. Misalnya bisa memiliki rumah, asuransi kesehatan atau pendidikan anak pekerja migran,” kata Karding.
Sementara itu, disebutkan pula bahwa sejak awal peluncuran pada 2015 hingga 2023, BNI telah menyalurkan lebih dari Rp905 miliar kredit usaha rakyat untuk pekerja migran Indonesia. Kredit usaha rakyat BNI itu juga telah menjangkau 48.920 debitur sejak 2015-2023.
Adapun besaran KUR yang diberikan kepada pekerja migran berkisar Rp25 juta hingga Rp100 juta untuk satu pekerja migran Indonesia.
Baca juga: Populix: Singapura jadi pilihan utama bagi pekerja migran Indonesia
Baca juga: Wamen Christina: peluang kerja bidang kesehatan di luar negeri besar
Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
554 WNI dievakuasi dalam operasi pembebasan di Myanmar
- Kemarin 12:04
Arab Saudi diminta tegas tak terima PMI ilegal
- 15 Maret 2025
Menteri P2MI: PMI ilegal didominasi perempuan
- 15 Maret 2025
Rekomendasi lain
Tata cara sholat 5 waktu dan jumlah rakaatnya lengkap
- 26 Agustus 2024
10 orang terkaya Indonesia 2025 versi Forbes: Siapa saja mereka?
- 10 Januari 2025
Cara mengaktifkan kartu Telkomsel yang hangus
- 17 Juli 2024
Makna mendalam tema Natal Nasional 2024 PGI dan KWI
- 25 Desember 2024
Cara menjaga battery health ponsel tidak cepat turun
- 16 Juli 2024