IHSG diprediksi melemah seiring kekhawatiran eskalasi perang dagang

IHSG diprediksi melemah seiring kekhawatiran eskalasi perang dagang

  • Senin, 17 Maret 2025 09:22 WIB
  • waktu baca 2 menit
IHSG diprediksi melemah seiring kekhawatiran eskalasi perang dagang
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym/am.

IHSG hari ini masih berpotensi koreksi, dengan level support 6.340 atau 6.470, dan level resistance 6.550 atau 6.600

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, diperkirakan bergerak melemah seiring kekhawatiran adanya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan negara mitra dagangnya..

IHSG dibuka menguat 5,06 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.520,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,93 poin atau 0,82 persen ke posisi 732,91.

“IHSG hari ini masih berpotensi koreksi, dengan level support 6.340 atau 6.470, dan level resistance 6.550 atau 6.600,” ujar CFP Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, tanda lain dari eskalasi perang dagang yaitu Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 200 persen pada semua produk alkohol yang berasal dari Uni Eropa (UE), sebagai balasan atas tarif 50 persen blok tersebut terhadap wiski.

Donald Trump mengatakan dirinya tidak akan mengubah pemikirannya pada kelompok tarif yang lebih luas yang akan diterapkan pada 2 April 2025 mendatang.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi data neraca perdagangan Indonesia (NPI) yang diperkirakan kembali surplus pada Februari 2025,atau sejalan dengan perkiraan perlambatan konsumsi domestik pada Februari 2025.

Dari Eropa, pasar saham mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (14/3), seiring optimisme yang meningkat setelah partai politik di Jerman mencapai kesepakatan penting terkait utang negara, yang menambah sentimen positif di kawasan, meskipun analis tetap mewaspadai tantangan ke depan.

Sementara itu, indeks-indeks Wall Street AS naik tajam pada perdagangan Jumat (14/3), setelah melemah sepanjang pekan akibat ketidakpastian kebijakan tarif pemerintahan Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,65 persen, S&P 500 melesat 2,13 persen dan Nasdaq Composite meningkat 2,61 persen, sementara, saham Nvidia naik lebih dari 5 persen, dan Tesla menguat hampir 4 persen, saham Meta Platforms menguat sekitar 3 persen diikuti oleh kenaikan pada Amazon dan Apple.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 416,04 poin atau 1,12 persen ke 37.469,14, indeks Shanghai menguat 6,18 poin atau 0,18 persen ke 3.425,74, indeks Kuala Lumpur menguat 17,56 poin atau 1,16 persen ke 1.529,71, dan indeks Strait Times menguat 28,27 poin atau 0,74 persen ke 3.864,29.

Baca juga: Analis rekomendasikan saham pilihan pada perdagangan Senin

Baca juga: Trimegah AM dan additiv transformasi layanan Wealth Management digital

Baca juga: BEI: Ada 25 perusahaan beraset besar antre IPO di pasar modal RI

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *