Pemkab Kapuas tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 28 Maret

Pemkab Kapuas tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 28 Maret

  • Minggu, 16 Maret 2025 16:35 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemkab Kapuas tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 28 Maret
Foto Dokumen-Kondisi banjir yang merendam permukiman warga Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Rabu (12/3/2025). (ANTARA/HO-DesaTumbang Mangkutup)

Dalam rapat diputuskan bahwa status tanggap darurat bencana banjir ditetapkan mulai 15-28 Maret 2025

Kuala Kapuas (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul ada sebanyak empat kecamatan dilanda banjir.

“Kemarin ini kami menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Kapuas. Dalam rapat diputuskan bahwa status tanggap darurat bencana banjir ditetapkan mulai 15-28 Maret 2025,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Ahmad M Saribi di Kuala Kapuas, Minggu.

Menurut dia, empat kecamatan yang terdampak banjir adalah Kecamatan Mantangai, Kapuas Hulu, Mandau Talawang, dan Pasak Talawang.

Baca juga: 9.642 jiwa terdampak banjir di Kapuas

Pemerintah daerah, katanya, segera mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana ini. Banjir di Mantangai telah melanda 10 desa, dengan jumlah warga terdampak sekitar 1.664 Kepala Keluarga (KK) atau 5.080 jiwa. Sementara itu di Mandau Talawang, banjir melanda enam desa yang berdampak pada 1.604 KK atau 4.580 jiwa.

“Untuk Kecamatan Kapuas Hulu dan Pasak Talawang, data jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan,” jelasnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut Pemkab Kapuas segera menyalurkan bantuan logistik melalui alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT). Bantuan yang akan diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti selimut, matras, dan obat-obatan.

Baca juga: BPBD Kapuas Hulu: Waspada potensi banjir akibat luapan Sungai Kapuas

“Dalam rapat tersebut disepakati pemerintah daerah akan mengalokasikan dana BTT Tahun Anggaran (TA) 2025 untuk bantuan logistik, termasuk tambahan berupa selimut, matras, dan obat-obatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan pemerintah daerah berencana melakukan relokasi bagi warga yang terdampak banjir dalam bentuk transmigrasi lokal.

“Relokasi itu kami upayakan dalam bentuk transmigrasi lokal. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan warga, termasuk penyediaan kebutuhan dasar, fasilitas umum, sosial serta kebutuhan lainnya,” kata Ahmad M Saribi.

Baca juga: BNPB: Banjir melanda satu kota dan lima kabupaten di Kalimantan Tengah

Pewarta: Kasriadi/All Ikhwan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *