
Rosan: Danantara terbuka pada semua proyek yang diajukan pemerintah
- Sabtu, 15 Maret 2025 09:29 WIB
- waktu baca 2 menit

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Danantara akan melakukan analisa setiap proyek terlebih dahulu, yang dilakukan dengan kehati-hatian dan secara transparan
Jakarta (ANTARA) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terbuka pada semua proyek dan program yang diajukan oleh pemerintah.
“Kita terbuka untuk semua kementerian, badan ataupun siapapun yang memiliki program, proyek yang diberikan kepada kami, tentunya akan kami analisa secara baik, secara benar,” ujar Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Rosan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Danantara akan melakukan analisa setiap proyek terlebih dahulu, yang dilakukan dengan kehati-hatian dan secara transparan.
“Kita di Danantara memiliki kriteria-kriteria dan parameter-parameter, kita terbuka atas semua masukan, tetapi kita akan tentu sesuai arahan Bapak Presiden RI harus dilakukan dengan kehati-hatian, secara transparan, tata kelola yang benar dan juga dilakukan analisa, due diligence dan sebagainya. Kita terbuka,” katanya.
Pemerintah terus mempercepat agenda hilirisasi dengan menyiapkan 21 proyek tahap pertama yang akan didanai dengan investasi sebesar 40 miliar dolar AS.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan beberapa proyek akan mendapatkan pendanaan melalui Danantara.
Bahlil menyampaikan bahwa proyek-proyek ini merupakan bagian dari target hilirisasi senilai 618 miliar dolar AS pada 2025.
Beberapa proyek utama yang akan didanai mencakup pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Nipah, Kepulauan Riau, untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun kilang minyak berkapasitas 500 ribu barel per hari, serta proyek hilirisasi dimetil eter (DME) berbahan baku batu bara sebagai substitusi impor LPG.
Selain sektor energi, kata Bahlil, hilirisasi juga akan dilakukan pada komoditas lain seperti tembaga, nikel, bauksit hingga alumina, serta sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Bahlil menegaskan pendanaan proyek-proyek ini tidak sepenuhnya bergantung pada investasi asing. Misalnya, hilirisasi DME.
Negara, lewat kebijakan Presiden Prabowo Subianto, kata Bahlil, akan memanfaatkan sumber dalam negeri. Sedangkan, teknologinya akan memanfaatkan peran asing.
Baca juga: Rosan: Hilirisasi dan energi terbarukan jadi sektor fokus investasi
Baca juga: Wamenperin sebut Danantara bisa memajukan industri pesawat nasional
Baca juga: Pemerintah fokus proyek migas untuk gelombang pertama Danantara
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Pemerintah komitmen percepat pemerataan akses internet
- 12 Maret 2025
Rekomendasi lain
Rekomendasi hp second harga Rp1 jutaan
- 8 Agustus 2024
Cara potong kuku sesuai sunah
- 23 Juli 2024
Profil Cristiano Ronaldo dan sederet prestasinya
- 16 Juli 2024
Cara cek kepesertaan BPJS Kesehatan menggunakan NIK
- 24 Juli 2024
Arti kata “Masya Allah” serta makna dan keutamaannya
- 29 Juli 2024
Cara lacak ponsel yang hilang dengan Google
- 16 Agustus 2024
Profil dan jejak karier politik Pramono Anung
- 3 September 2024