
Ketua OJK: Peringkat Fitch Ratings bukti kepercayaan ke ekonomi RI
- Kamis, 13 Maret 2025 08:35 WIB
- waktu baca 2 menit

Penegasan peringkat kredit Indonesia tersebut mencerminkan keyakinan global terhadap ketahanan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan yang terjaga dengan baik
Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyebutkan pengumuman Fitch Ratings yang kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada 'BBB' dengan Outlook 'Stabil' merupakan bukti kepercayaan global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
“Penegasan peringkat kredit Indonesia tersebut mencerminkan keyakinan global terhadap ketahanan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan yang terjaga dengan baik, didukung oleh kredibilitas kebijakan dan bauran sinergi kebijakan yang kuat antara pemerintah, OJK, dan pemangku kepentingan terkait,” kata Mahendra di Jakarta, Kamis.
Ia menyebut OJK senantiasa berupaya memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan yang inklusif guna mendukung program prioritas pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun upaya itu dilakukan melalui empat program prioritas 2025, di antaranya penguatan kapasitas sektor jasa keuangan (SJK) dan penguatan pengawasan dan optimalisasi kontribusi SJK mendukung pencapaian target program prioritas pemerintah.
Selain itu, pengembangan SJK untuk pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan, serta peningkatan efektivitas penegakan integritas dan perlindungan konsumen dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor.
Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus memperkuat sinergi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Astacita.
Fitch Ratings kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada 'BBB' dengan Outlook 'Stabil'.
Adapun peringkat yang dipertahankan tersebut mencerminkan optimisme Fitch terhadap fundamental ekonomi Indonesia, khususnya prospek pertumbuhan jangka menengah yang solid dan kebijakan fiskal yang tetap terkendali.
Dalam laporannya, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,0 persen pada 2025, didorong oleh permintaan domestik yang kuat, belanja publik untuk proyek bantuan sosial dan infrastruktur, serta investasi swasta yang tetap positif dengan berkurangnya ketidakpastian kebijakan pasca Pemilu 2024, serta hilirisasi yang terus berlanjut.
Baca juga: BI: Peringkat kredit RI di BBB tunjukkan keyakinan internasional
Baca juga: IHSG ditutup menguat, pasar respons positif proyeksi Fitch Ratings
Baca juga: Menkeu: Peringkat kredit Fitch bukti kepercayaan terhadap kebijakan RI
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
BEI apresiasi kontribusi Galeri Investasi kembangkan pasar modal
- 27 Februari 2025
Jangan abaikan! Ini 5 risiko jika pinjaman online tak dibayar
- 27 Februari 2025
OJK tegaskan semua koperasi open loop harus kantongi izin resmi
- 25 Februari 2025
BEI luncurkan kontrak berjangka indeks asing
- 25 Februari 2025
OJK luncurkan aplikasi pemanfaatan Big Data Analytics pasar modal
- 24 Februari 2025
OJK: 15,35 juta investor tercatat di pasar modal Indonesia
- 21 Februari 2025
OJK: Pendanaan bermasalah di industri pindar capai Rp2,01 triliun
- 18 Februari 2025
Rekomendasi lain
Doa minta keturunan yang sholeh dan sholehah
- 19 Juli 2024
Berapa minimal top up di aplikasi DANA untuk setiap metode?
- 19 Agustus 2024
Cara cek pulsa IM3 Indosat
- 4 Juli 2024
10 Sungai terpanjang di Indonesia sebagai kekayaan alam perairan
- 20 September 2024
Mengenal aplikasi cek bansos dan cara aktivasinya
- 24 Juli 2024
Profil Lukmanul Khakim, cawagub Jawa Timur yang diusung PKB
- 4 September 2024
Lirik lagu Lady Gaga dan Bruno Mars “Die With a Smile”
- 27 Agustus 2024