Arif Gunarto: Pemain masih butuh waktu adaptasi dengan sistem saya

IBL

Arif Gunarto: Pemain masih butuh waktu adaptasi dengan sistem saya

  • Kamis, 13 Maret 2025 03:35 WIB
  • waktu baca 2 menit
Arif Gunarto: Pemain masih butuh waktu adaptasi dengan sistem saya
Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Antoni Erga (tengah) dihadang pebasket Rajawali Medan Julius Caesar Wongso (kanan) saat berusaha memasukan bola pada pertandingan Indonesia Basketball League (IBL) 2025 di Britama Arena, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Pada pertandingan tersebut Satria Muda Pertamina Jakarta menang dengan skor 94-67. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Rajawali Medan mengatakan bahwa para pemainnya masih butuh untuk beradaptasi dalam sistem permainan yang dibuatnya, agar bisa bersaing di Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

Ia menjelaskan, anak asuhnya masih harus menyesuaikan diri dengan pola permainan yang dia terapkan, karena banyak perubahan yang dilakukan dibandingkan dengan pelatih kepala sebelumnya.

“Tentunya mereka masih harus beradaptasi lagi, karena saya bilang sistem sekarang adalah yang baru, jadi dengan pelatih lama berbeda,” kata Arif usai timnya kalah 67-94 melawan Satria Muda Pertamina Jakarta, di Britama Arena, Jakarta, Rabu (12/3) malam.

Baca juga: Satria Muda tambah derita Rajawali Medan di IBL 2025

Lebih lanjut dia menjelaskan, Julius Caesar Wongso dan kawan-kawan baru bermain dua kali di bawah kepemimpinannya, sehingga masih butuh pengarahan lebih intens terkait strategi dan taktik yang harus dimainkan di setiap pertandingan.

“Mereka harus belajar lagi dengan sistem bertahan dan menyerang yang saya buat, jadi untuk itu butuh waktu lagi untuk menerapkannya,” ujar pelatih lawas yang menggantikan posisi Raoul Miguel Hadinoto atau yang kerap disapa Coach Ebos, sebagai kepala pelatih tim tersebut.

Baca juga: Pelatih Rajawali Medan: Ketahanan fisik jadi kendala

Arif menambahkan, selain adaptasi dengan sistem permainan yang baru, para pemain lokal juga terus didorong untuk tampil lebih gereget guna berkontribusi poin untuk tim.

Sebab, para pemain lokal tidak boleh selalu bergantung dengan forward asing seperti Quintin Dove yang menjadi mesin utama mendulang poin.

“Saya selalu bilang kepada pemain lokal bahwa mereka harus selalu melangkah maju untuk berkontribusi, dengan adanya pemain asing, seharusnya bertanding menjadi lebih bagus,” ujar dia.

Sementara itu, Rajawali Medan kini terpaksa menghuni dasar klasemen sementara atau peringkat ke-14, dengan mengantongi 10 poin, serta memiliki rekor pertandingan 0-10 (menang-kalah).

Baca juga: Dove tak pedulikan raihan 44 poin saat melawan Satria Muda

Baca juga: Le'Bryan Nash sebut pertahanan solid penting untuk setiap laga IBL

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    BGN Larang Produk UPF dan Pedas untuk MBG selama Ramadan

    BADAN Gizi Nasional melarang satuan pemenuhan pelayanan gizi menyediakan pangan ultraproses atau ultra-processed food (UPF) untuk menu makan bergizi gratis (MBG) selamat Ramadan. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca Larangan…

    Hari PRT Nasional, Koalisi Sipil Tuntut Pengesahan RUU PPRT

    KOALISI Masyarakat Sipil untuk Pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menuntut Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Undang-Undang Pelindungan PRT. Adapun tuntutan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *