
Menteri LH dorong pesantren di Indonesia kelola sampah dengan benar
- Sabtu, 8 Maret 2025 18:22 WIB
- waktu baca 2 menit

Purwakarta, Jabar (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mendorong pesantren di Indonesia untuk melakukan pengelolaan sampah dengan benar, guna mengurangi sampah di Indonesia.
“Semakin banyak sampah yang kita keluarkan, semakin banyak tanggung jawab yang harus kita hadirkan untuk menyelesaikan ini,” kata Menteri LH dalam kegiatan Asta Aksi Pesantren Bebas Sampah yang digelar di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Purwakarta, Sabtu.
Menteri Hanif memberikan contoh dengan kasus Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang memiliki keseluruhan santri hingga hampir mencapai 7.000 santri di seluruh cabangnya.
“Kalau kita asumsikan satu orang saja dari kita menghasilkan sampah 0,5 kilogram per hari, maka di Al-Muhajirin ini ada timbunan sampah hariannya mencapai 3.500 kilogram. Ini angka yang cukup besar, 3,5 ton per hari,” jelasnya.
Oleh karena itu, Menteri LH mengajak kepada seluruh pesantren di Indonesia untuk dapat mengelola sampahnya dengan baik dan benar, sehingga jumlah sampah yang banyak bisa dikurangi setiap harinya.
Ia menjelaskan sejumlah kebiasaan yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan makan makanan secukupnya, guna mengurangi sampah makanan (food waste) di Indonesia yang jumlahnya kini mencapai 50 persen dari total sampah organik di Indonesia.
Di samping itu, Menteri Hanif juga mengajak kepada seluruh pesantren untuk mengurangi menggunakan produk dengan kemasan sekali pakai.
Baca juga: KLH: Akselerasi sampah jadi energi untuk segera tangani isu sampah
“Kita ingin sekali kita yang hari ini datang bersama mulai sekarang tidak lagi menggunakan botol-botol plastik. Ayo kita tekadkan bersama mulai hari ini kita gunakan tumbler-tumbler yang kita bisa guna ulang. Ini penting sekali upaya kita semua untuk mengurangi sampah-sampah yang kita produksi,” ujarnya.
“Semakin sedikit sampah yang kita keluarkan, maka semakin sedikit upaya kita untuk membayar di dalam pengelolaannya. Semakin sampahnya banyak yang kita keluarkan, maka banyak sampah yang harus kita selesaikan,” ucap Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga: Cemari lingkungan, Menteri LH: 7 TPA “open dumping” bakal dipidana
Diketahui, kegiatan Asta Aksi Pesantren Bebas Sampah merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin, serta ribuan santri di tujuh pondok pesantren lain yang hadir secara virtual.
Baca juga: Pemerintah sederhanakan tiga aturan soal sampah untuk elektrifikasi
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Ratusan orang gelar aksi bersih-bersih objek wisata Geopark Ciletuh
- 25 Februari 2025
Refleksi 20 tahun Leuwigajah: Mengubah paradigma pengelolaan sampah
- 24 Februari 2025
Pangdam XIII/Merdeka ajak masyarakat jaga kebersihan lingkungan
- 23 Februari 2025
Wagub: HPSN momentum kolaborasi cari solusi soal sampah di Jakarta
- 23 Februari 2025
Menteri LH dan Panglima TNI lakukan aksi bersih pantai di Batukaras
- 23 Februari 2025
Rekomendasi lain
Jadwal dan syarat pendaftaran KPPS Pilkada 2024
- 2 September 2024
Pemprov Jabar buka 899 formasi CPNS 2024, simak persyaratannya
- 24 Agustus 2024
Lirik lagu J.Cole “She Knows” yang disebut sindir Diddy
- 4 Oktober 2024
Jenis kartu kredit Bank BNI, syarat pengajuan dan limitnya
- 3 Oktober 2024
Daftar pemain Timnas U-20 dan jadwal kualifikasi Piala Asia U-20 2025
- 25 September 2024
Tarif tol Jakarta-Bandung terbaru 2024
- 15 Agustus 2024