
Mendiktisaintek dorong masyarakat Indonesia terapkan budaya saintifik
- Jumat, 7 Maret 2025 21:36 WIB
- waktu baca 2 menit

kita ingin anak-anak kita itu mimpinya menjadi ilmuwan
Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan gagasannya untuk membentuk masyarakat yang memiliki budaya saintifik, sebagai landasan agar Indonesia lebih maju dan berdaya saing.
“Yang ingin kita bangun itu ya budaya yang ilmiah, scientific culture, budaya yang membuat orang-orang itu terbiasa dengan pengetahuan. Jadi, berusaha kehidupan sehari-harinya itu basisnya pengetahuan begitu ya,” kata Mendiktisaintek dalam kegiatan diskusi bersama media di Jakarta, Jumat.
Menteri Brian menyoroti berbagai kebiasaan masyarakat Indonesia secara umum pada saat ini, di mana banyak di antara mereka yang terlalu mudah dipengaruhi oleh berbagai informasi simpang siur, yang dapat memicu emosi masyarakat.
Menurut dia, hal tersebut menjadikan masyarakat menjadi tidak bisa memandang sesuatu hal secara empiris.
“Ini (budaya saintifik) yang kita ingin bangun di Indonesia, sebab inilah basis kemajuan suatu bangsa. Jadi, ketika semua masyarakat sudah berbasis pengetahuan, membaca menjadi budaya, bersekolah menjadi kesenangan, begitu ya. Jadi, pencapaian seseorang itu dinilai dari kemampuannya membangun kapasitas pengetahuan,” paparnya.
Baca juga: Kemdiktisaintek soroti banyak pemuda yang tak lagi minat dengan sains
Baca juga: BRIN dorong penguatan diplomasi saintifik RI di mata global
Melalui upaya ini, Menteri Brian berharap ke depan akan banyak anak-anak Indonesia yang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan, yang dinilai pada saat ini kurang diminati oleh kebanyakan anak Indonesia.
Ia menilai Indonesia sangat membutuhkan ilmuwan dalam jumlah banyak untuk dapat bersaing dengan negara maju. Sebab, profesor yang mengenyam pendidikan pascasarjana di Jepang itu mengungkapkan bahwa negara tempatnya menuntut ilmu itu memiliki ribuan peneliti yang berfokus untuk melakukan penelitian di satu bidang saja.
“Terus terang kami membutuhkan. Itu kebutuhan yang menurut saya sangat besar, karena kita ingin anak-anak kita itu mimpinya menjadi ilmuwan. Di samping mungkin nanti mereka ingin berkarya di bidang lain, tetapi ini (ilmuwan) juga harus diisi,” ujarnya.
Oleh karena itu, melalui pembentukan budaya saintifik, Mendiktisaintek berharap Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Kemdiktisaintek ajak penerima beasiswa perkuat budaya ilmiah unggul
Baca juga: Wamendiktisaintek paparkan strategi pembangunan budaya ilmiah unggul
Baca juga: BRIN tekankan pelestarian koleksi ilmiah demi pemajuan ilmu dan budaya
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Wamendiktisaintek paparkan strategi pembangunan budaya ilmiah unggul
- 17 Desember 2024
Indonesia dan Iran sepakat kembangkan kerja sama ilmiah budaya
- 31 Agustus 2024
Thriller fiksi ilmiah “Alien: Romulus” puncaki box office China
- 19 Agustus 2024
MPLS dan membangun budaya sains pada siswa
- 24 Juli 2024
Minat global terhadap fiksi ilmiah China kian meningkat
- 30 April 2024
Rekomendasi lain
Asal-usul sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 dan tujuannya
- 6 November 2024
5 aplikasi kencan terbaik dan terpopuler di Indonesia
- 13 September 2024
Daftar rute dan cara naik bus wisata Jakarta Explorer
- 21 Agustus 2024
Panduan lengkap cara daftar NPWP online 2025 melalui Coretax
- 8 Januari 2025
Lirik lagu “L” oleh HAL
- 17 September 2024
Profil Andika Perkasa, cagub Jateng yang diusung PDIP
- 3 September 2024
Cara daftar menjadi TKI/PMI secara resmi
- 21 Oktober 2024
Kapan dana DPLK bisa dicairkan? Simak penjelasannya
- 4 Oktober 2024