
ULM dan KLH perkuat program kawal ekosistem lahan basah
- Minggu, 23 Februari 2025 18:52 WIB
- waktu baca 2 menit

tonggak penting dalam penguatan sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam bidang lingkungan hidup
Banjarmasin (ANTARA) – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam upaya memperkuat pelaksanaan program lingkungan hidup di Kalimantan Selatan terutama dalam mengawal ekosistem lahan basah.
“Kelestarian lingkungan hidup di Kalsel harus dijaga karena merupakan wilayah dengan ekosistem lahan basah luas dan rentan terhadap degradasi lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faishol Nurofiq di Banjarmasin, Minggu.
Hanif mengakui Kalimantan Selatan menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti deforestasi, pencemaran air, dan degradasi lahan basah.
Dengan adanya kerja sama ini, ULM dan KLH dapat memperkuat kajian akademik dan penerapan kebijakan berbasis riset dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan tersebut.
Dia berharap program lingkungan di Kalsel dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan ekosistem yang ada.
Baca juga: Menteri LH ingatkan penting hutan kota di kawasan industri Kalsel
Baca juga: Kalsel prioritaskan RHL pada enam titik DAS guna minimalisasi banjir
Sementara Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengatakan ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan dan pengajaran dalam bidang lingkungan hidup, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, sosialisasi serta pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, hingga berbagi data dan informasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Melalui MoU itu, kata dia, ULM berusaha mewujudkan kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Hal ini dikarenakan pendidikan dan penelitian memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan lingkungan yang berbasis ilmiah.
Selain itu, kerja sama ini juga mendukung implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan mahasiswa kesempatan untuk terlibat langsung dalam program lingkungan, baik melalui penelitian, magang, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“MoU ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam bidang lingkungan hidup,” tambahnya.
Baca juga: Dishut Kalsel optimalkan Hutan Rakyat untuk ketahanan bencana
Baca juga: Kalsel kick off FOLU Net Sink 2030 bersama KLHK dan Dubes Norwegia
Baca juga: Menteri LHK: Kalsel jadi percontohan rehabilitasi hutan dan lahan
Pewarta: Firman
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
ULM kembangkan koperasi lebih dinamis kelola hutan mangrove Kotabaru
- 16 Februari 2025
ULM minta dosen tidak mogok mengajar terkait tukin
- 3 Februari 2025
ULM dapat mandat amankan ketahanan pangan regional Kalimantan
- 12 Januari 2025
5.597 mahasiswa ULM implementasikan program MBKM
- 12 Desember 2024
ULM minta mahasiswa kembangkan ide kreatif wirausaha
- 12 Desember 2024
ULM juara umum olimpiade kesehatan masyarakat 2024
- 11 Desember 2024
Rekomendasi lain
Mengenal aplikasi cek bansos dan cara aktivasinya
- 24 Juli 2024
Perbedaan KIS dan BPJS kesehatan
- 25 Juli 2024
Cara potong kuku sesuai sunah
- 23 Juli 2024
Doa yang dianjurkan usai sholat taubat
- 23 Juli 2024
Program bansos 2025: Ini syarat dan cara daftar jadi penerima
- 17 Desember 2024
Daftar rute dan cara naik bus wisata Jakarta Explorer
- 21 Agustus 2024
Daftar rest area di Tol Jakarta-Bandung
- 26 Juli 2024