Macron serukan peningkatan upaya militer untuk jamin keamanan Eropa

Macron serukan peningkatan upaya militer untuk jamin keamanan Eropa

  • Jumat, 21 Februari 2025 11:54 WIB
  • waktu baca 2 menit
Macron serukan peningkatan upaya militer untuk jamin keamanan Eropa
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Anadolu)

Moskow (ANTARA) – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan peningkatan upaya militer diperlukan untuk mempersenjatai kembali Prancis dan memastikan keamanan Eropa.

“Kita, warga Eropa, harus melakukan perundingan. Kita, warga Eropa, harus meningkatkan upaya militer kita. Kita perlu bertindak lebih banyak dan berinvestasi lebih banyak karena keamanan kita dipertaruhkan,” kata Macron di media sosial X pada Kamis.

Macron menekankan bahwa tujuannya adalah perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan di Ukraina, seraya mencatat bahwa “Ukraina tidak akan dapat mengambil kembali wilayahnya hanya dengan cara militer.”

Prancis tidak terlibat dalam konflik tersebut dan “tidak bermaksud mengirim pasukan ke Ukraina,” kata pemimpin Prancis tersebut, yang juga mengatakan bahwa pasukan negara-negara Barat dapat dikirim ke Ukraina sebagai jaminan keamanan setelah perjanjian damai tercapai.

Baca juga: Macron akan bertemu Trump di AS, bahas Ukraina dan kebijakan tarif

Macron juga mengatakan bahwa Prancis “bukan bagian dari perang ini” dan “tidak menginginkan eskalasi”. Dia pun menekankan bahwa negaranya akan siap untuk merespons jika terancam.

“Kita tidak boleh lupa bahwa Prancis memiliki senjata nuklir. Ini menghalangi serangan dari negara-negara yang agresif terhadap kepentingan nasional kami. Kami memiliki pasukan di NATO yang dikerahkan hampir di mana-mana,” kata Macron.

“Di NATO, kami menempatkan 2.000 tentara di sisi timur. Kami terorganisir untuk merespons. Jadi, ya kami siap merespons, tetapi kami akan melakukan segala cara untuk menghindarinya,” kata Presiden Prancis itu.

Mengutip sejumlah pejabat, Washington Post pada Senin melaporkan bahwa negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan total 25.000-30.000 personel militer ke Ukraina, tetapi tidak secara langsung terlibat di garis depan.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) adalah aliansi militer internasional yang didirikan pada 1949.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Kremlin prihatin atas rencana pengerahan pasukan NATO ke Ukraina

Penerjemah: Katriana
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *