
Menkop masuk lima teratas kepuasan masyarakat kinerja menteri kabinet
- Kamis, 20 Februari 2025 18:57 WIB
- waktu baca 3 menit

Selaku Rektor Universitas Koperasi Indonesia atau Ikopin University saya merasakan adanya getaran baru dari Pak Menteri (Budi Arie Setiadi) sampai ke Ikopin University…,
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi masuk dalam daftar lima teratas berdasarkan riset tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri Kabinet Merah Putih versi Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute.
Direktur Eksekutif RODA Institute Ahmad Rijal Ilyas dalam keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa riset dilakukan pada Februari 2024 dengan menggunakan responden yang dipilih dari berbagai kalangan mulai sektor pekerja, wirausaha, pemuda dan mahasiswa.
Dia menyebutkan, bahwa berdasarkan hasil survei tersebut, terdapat lima nama menteri yang menduduki lima teratas yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar; Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti: dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.
“Itulah hasilnya, ada lima nama yang menduduki peringkat lima teratas, responden kami tanyakan seputar, kinerja menteri, dekat dengan masyarakat, sering turun kelapangan serta yang sangat terlihat mendukung visi Presiden Prabowo-Gibran Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ahmad.
Meski begitu, tidak disebutkan jumlah responden secara keseluruhan hingga variabel-variabel yang digunakan dalam riset tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Koperasi Indonesia Bandung Prof Agus Pakpahan mengaku setuju dengan hasil riset yang dilakukan RODA Institute.
“Selaku Rektor Universitas Koperasi Indonesia atau Ikopin University saya merasakan adanya getaran baru dari Pak Menteri (Budi Arie Setiadi) sampai ke Ikopin University, getaran sebagai energi positif untuk memajukan pendidikan koperasi Indonesia,” kata Prof Agus.
Menurut Prof Agus, apabila investasi dalam pendidikan terlaksana, termasuk koperasi maka hal yang sangat fundamental akan terwujud. Pendidikan yang berkualitas akan memberikan fondasi kokoh bagi masa depan yang lebih baik.
Ia menekankan bahwa hal itu akan membuat koperasi Indonesia lebih kuat dalam mengarungi tantangan ke depan. Dengan pendidikan yang baik, koperasi Indonesia siap menuju Indonesia Emas 2045 dengan pencapaian yang optimal.
“Kalau investasi dalam pendidikan ini terlaksana maka satu hal yang sangat fundamental akan terwujud dan akan membuat koperasi Indonesia bisa dan kuat mengarungi masa depan menuju Indonesia Emas 2045 lebih baik,” kata Prof Agus.
Di sisi lain, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi terus berupaya adanya peningkatan anggota koperasi meski adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Budi Arie dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (12/2) mengatakan bahwa saat ini tercatat sebanyak 29,8 juta masyarakat Indonesia menjadi anggota koperasi.
“Jadi masih jauh. Dan kami menargetkan paling tidak dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa dua kali lipat atau 60 juta orang Indonesia menjadi anggota koperasi,” kata Budi.
Dia juga menyampaikan bahwa saat ini tercatat 132 ribu koperasi di Indonesia yang membutuhkan dukungan. Hal itu perlu dilakukan agar anggota koperasi juga bisa semakin meningkat.
Ia menjelaskan bahwa dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi di Indonesia terdapat tiga perencanaan besar yang akan dilakukan, pertama digitalisasi dan penguatan kelembagaan kooperasi.
“Kedua penyelesaian berbagai permasalahan perkoperasian, karena kita tahu aduan masyarakat tentang KSP-KSP ini juga harus kita tuntaskan,” ujarnya.
Ketiga adalah bagaimana meningkatkan volume usaha koperasi dalam produk domestik bruto (PDB) nasional yang dimana saat ini baru 1,07 persen.
Kendati demikian, Budi tidak menyebutkan secara detail target peningkatan 60 juta anggota koperasi tersebut dapat tercapai di tahun berapa. Namun, dia menegaskan akan dicapai secepatnya.
“Ya itu cepat-cepatnya lah. Enggak perlu ada tahun, yang penting ukurannya bisa dua kali dari 29,8 juta masyarakat yang sudah menjadi anggota koperasi menjadi 60 juta,” kata Budi.
Efisiensi anggaran di Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencapai Rp155.826.534.000 dari pagu anggaran 2025 mencapai Rp473.310.018.000, sehingga anggaran yang ada di tahun ini mencapai Rp317.483.484.000.
Efisiensi anggaran berlaku pada belanja perjalanan dinas, belanja kegiatan rapat-rapat, belanja ATK, belanja konsinyering (konsinyasi), serta belanja pengadaan barang dan jasa.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Menkop pastikan tetap butuhkan PPKL di tengah efisiensi anggaran
- 14 Februari 2025
Menkop ajak Muslimat NU ciptakan pemerataan ekonomi umat
- 14 Februari 2025
Menkop ajak Muslimat NU perkuat ekonomi lewat pemanfaatan koperasi
- 13 Februari 2025
Menkop: Program harus tepat sasaran saat efisiensi anggaran
- 12 Februari 2025
Menkop sebut tidak ada PHK bagi 1.235 PPKL karena efisiensi anggaran
- 12 Februari 2025
Menkop sebut efisiensi anggaran Kemenkop Rp155,82 miliar
- 12 Februari 2025
Rekomendasi lain
Cara mudah reservasi pasien BPJS di Rumah Sakit Siloam
- 22 November 2024
Profil dan jejak karier Suswono, calon wakil gubernur Jakarta
- 3 September 2024
Cara mengaktifkan kartu Telkomsel yang hangus
- 17 Juli 2024
Cara menghitung persentase dengan mudah
- 20 Agustus 2024
Daftar 20 klub La Liga Spanyol beserta pemain andalan musim 2024/2025
- 10 September 2024
Cara transfer saldo GoPay ke ShopeePay
- 10 Agustus 2024
Keutamaan puasa Rajab dan manfaatnya bagi umat Islam
- 31 Desember 2024