Anwar, Thaksin bertemu Sultan Brunei bahas sejumlah isu mendesak ASEAN

Anwar, Thaksin bertemu Sultan Brunei bahas sejumlah isu mendesak ASEAN

  • Kamis, 20 Februari 2025 08:56 WIB
  • waktu baca 2 menit
Anwar, Thaksin bertemu Sultan Brunei bahas sejumlah isu mendesak ASEAN
Logo Keketuaan ASEAN-Malaysia 2025. (ANTARA/Virna P Setyorini)

Kuala Lumpur (ANTARA) – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Kepala Kelompok Penasihat Informal Ketua ASEAN 2025 Thaksin Shinawatra bertemu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah guna membahas sejumlah isu mendesak yang perlu segera diselesaikan.

“Alhamdulillah, pertemuan kita berkisar pada ASEAN dan (mendiskusikan-red.) beberapa isu mendesak yang perlu diselesaikan sesegera mungkin,” kata Anwar dalam satu unggahan di media sosialnya diakses ANTARA di Kuala Lumpur, Kamis.

Pada pertemuan yang berlangsung di Brunei, Selasa (18/2) itu, Anwar dan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin bersama Sultan Hassanal Bolkiah fokus mendiskusikan situasi di Myanmar.

Ketiga tokoh ini menggarisbawahi pentingnya upaya membangkitkan kembali Konsensus Lima Poin. Pembahasan mereka juga menyentuh solusi terbaik bagi penyelesaian krisis Myanmar serta memastikan semua menteri luar negeri ASEAN terus mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan di negara itu.

Baca juga: Prabowo siap terima kunjungan PM Anwar untuk konsultasi tahunan ASEAN

Diskusi dengan Sultan Hassanal Bolkiah itu, menurut Anwar, juga menyentuh sejumlah isu lain seperti pasar gelap yang didominasi oleh penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, dan penipuan daring.

Terkait perselisihan di Laut China Selatan, mereka memandang perlu adanya kemajuan diplomatik yang lebih luas secara multilateral untuk mendorong penyelesaian sesegera mungkin perundingan Panduan Perilaku (CoC).

Terungkap pula pandangan bahwa perlunya segera dilaksanakan usulan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Amerika Serikat (AS) sejalan dengan Retret Menteri Luar Negeri ASEAN di Langkawi, Januari lalu.

Pada pertemuan di Brunei itu, Anwar, Thaksin, dan Bolkiah juga menyinggung tentang upaya memperkuat perdagangan intra-ASEAN dan meningkatkan kerja sama ekonomi, termasuk perlunya kerangka regulasi yang lebih ramah bisnis dan efektif.

Pendekatan strategis dalam hal ini adalah mendorong aliran modal yang lebih bergairah dan merangsang pertumbuhan regional yang lebih kuat demi kesejahteraan bersama.

Mengenai mata uang kripto, Anwar mengatakan mereka membahas tentang pentingnya mengembangkan infrastruktur blockchain yang tepat serta memastikan aksesibilitas digital sebagai prasyarat utama untuk pembangunan yang sehat dan progresif di kawasan tersebut.

Baca juga: Anwar Ibrahim undang Xi Jinping hadiri KTT ASEAN GCC+China

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Zelenskyy tiba di Yordania untuk meningkatkan hubungan keamanan

    Kunjungan pemimpin Ukraina itu terjadi setelah Kyiv setuju untuk bekerja sama di bidang pertahanan dengan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah tiba di Yordania…

    One Way Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Dihentikan, Lalin di Tol Kembali Normal

    Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi resmi menutup penerapan one way lokal presisi untuk arus balik Lebaran 2026. Lalu lintas di ruas jalan Tol Trans Jawa kini kembali normal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *