
KSAL: IMMS atasi penyelundupan dan kegiatan ilegal di maritim
- Senin, 17 Februari 2025 17:55 WIB

Ancaman maritim yang kita rasakan saat ini adalah kegiatan ilegal di laut seperti penyelundupan, baik itu penyelundupan narkoba, manusia, barang-barang elektronik, minuman keras dan banyak lagi penyeludupan dan kegiatan ilegal seperti ilegal migran
Badung, Bali (ANTARA) – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan Th6 International Maritime Security Symposium (IMMS) di Nusa Dua, Badung, Bali merupakan langkah bersama untuk mengatasi berbagai bentuk penyelundupan dan kegiatan ilegal di wilayah maritim.
“Ancaman maritim yang kita rasakan saat ini adalah kegiatan ilegal di laut seperti penyelundupan, baik itu penyelundupan narkoba, manusia, barang-barang elektronik, minuman keras dan banyak lagi penyeludupan dan kegiatan ilegal seperti ilegal migran,” kata Ali kepada wartawan di Badung, Senin.
Selain itu, kata KSAL, forum internasional tersebut juga membahas komitmen dan langkah bersama untuk mengatasi penangkapan ikan secara ilegal dan kegiatan-kegiatan yang terdampak pada perusakan lingkungan seperti polusi akibat pembuangan limbah di laut.
Baca juga: TNI AL perkuat pengamanan maritim dalam latihan multilateral di Bali
Kegiatan Th6 International Maritime Security Symposium (IMMS) yang dibuka oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tersebut juga memperkuat dan memperluas kerja sama antarnegara untuk mendukung bantuan kemanusiaan akibat bencana alam.
“Ancaman bencana alam yang disebabkan dari laut seperti tsunami, cuaca yang tidak bersahabat yang sering mengakibatkan kapal-kapal mengalami kecelakaan dan ini menjadi perhatian untuk bekerja sama menolong setiap negara, setiap kapal yang mengalami kedaruratan,” katanya.
KSAL meyakini tema stabilitas dan perdamaian yang diangkat dalam forum tersebut juga mencegah konflik di wilayah maritim secara meluas.
“Kita akan membuat komitmen bersama dengan berbagai negara untuk bekerja sama dalam menanggulangi masalah kegiatan-kegiatan ilegal di perbatasan tidak berdampak terhadap kegiatan ekonomi, masalah kemanusiaan yang ada di lingkungan maritim dan mereka akan membangun kerja sama bilateral maupun multilateral,” kata Ali.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Satgas MTF dapat penghargaan dari Kemhan Jerman untuk pertama kali
- 14 Februari 2025
KSAL sambut pasukan perdamaian usai bertugas dari Lebanon
- 14 Februari 2025
AMAN Dialogue kumpulkan 60 negara bahas ancaman di Samudera Hindia
- 10 Februari 2025
KSAL Pakistan lihat pengalaman Indonesia atasi tantangan modernisasi
- 10 Februari 2025
AMAN Exercise, KSAL Pakistan tinjau KRI Bung Tomo-357 di Karachi
- 9 Februari 2025
Rekomendasi lain
5 cara cek IMEI iPhone
- 8 Agustus 2024
Profil Dedi Mulyadi “Putra Subang” calon gubernur Pilkada Jabar 2024
- 3 September 2024
Ini besaran gaji KPPS Pilkada 2024
- 5 Juli 2024
Doa pelunas hutang yang diajarkan Rasulullah
- 17 Juli 2024
Cara dan syarat bikin kartu kredit BCA
- 17 Juli 2024
Segini besaran UMR Jabodetabek 2025, rata-rata tembus Rp5 juta
- 30 Desember 2024
Lirik “Rayuan Pulau Kelapa” karya legendaris Ismail Marzuki
- 1 Agustus 2024
Jadwal cuti bersama Natal 2024, tidak ada libur tambahan
- 24 Desember 2024