Pelatih ungkap penyebab dua kekalahan berturut-turut Satria Muda

IBL

Pelatih ungkap penyebab dua kekalahan berturut-turut Satria Muda

  • Minggu, 16 Februari 2025 23:38 WIB
Pelatih ungkap penyebab dua kekalahan berturut-turut Satria Muda
Pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh dalam konferensi seusai pertandingan menghadapi Satya Wacana pada pekan ketiga Indonesia Basketball League di Britama Arena, Jakarta, Minggu (19/01/2025). (ANTARA/FAJAR SATRIYO)

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta Youbel Sondakh mengungkapkan penyebab dua kekalahan beruntun timnya dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

Ia menjelaskan, kalah dari Rans Simba Bogor dan Dewa United Banten pada Rabu dan Jumat pekan ini karena offensive rebound yang tidak maksimal oleh para pemainnya sehingga kesulitan meraih poin dari bawah ring atau paint area.

“Ditambah ada beberapa rencana penyerangan yang juga tidak berjalan saat melawan Dewa. Makanya kami akan terus perbaiki itu,” kata Youbel dalam laman IBL di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, dua kekalahan beruntun pada pekan keenam itu telah mempengaruhi mental bertanding timnya karena dalam tujuh pertandingan sebelumnya Abraham Damar Grahita dan kawan-kawan selalu menang.

“Sekarang adalah bagaimana caranya kami bisa bangkit dari situasi ini. Banyak hal yang perlu diperbaiki dan semoga pada jeda kompetisi, kami sudah bisa menyelesaikannya,” ujar legenda bola basket Indonesia itu.

Sejak pekan pertama mulai hingga pekan kelima IBL 2025, Satria Muda tampil perkasa di kandang maupun dalam laga tandang.

Baca juga: Local MVP IBL 2024 dibuat mati kutu oleh pemain Dewa United Banten

Klub pemegang cincin juara IBL itu menang 12 kali smapai berada di peringkat pertama klasemen IBL Gopay 2025 pada pekan kelima.

Namun, kini mereka turun ke posisi kelima dengan mengantongi 16 poin, dan memiliki rekor menang-kalah 7-2.

Le'Bryan Nash dan rekan-rekan, berpeluang kembali memuncaki klasemen karena masih bertanding sembilan kali dibandingkan peringkat pertama Hangtuah Jakarta yang sudah 10 kali bertanding.

Hangtuah yang diasuh Wahyu Widayat Jati telah mengantongi 18 poin dan memiliki rekor 8-2.

Jika Satria Muda memenangi pertandingan berikutnya, maka mereka akan berada pada posisi pertama karena unggul rekor pertemuan melawan Hangtuah dengan 1-0.

Baca juga: Wahyu Widayat Jati belum puas dengan penampilan Hangtuah meski menang

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *