
Rusia sambut pembebasan sandera Israel, termasuk warganya Trufanov
- Sabtu, 15 Februari 2025 20:49 WIB

Tel Aviv (ANTARA) – Rusia menyambut pembebasan tiga sandera Israel dari Jalur Gaza, termasuk warga Rusia bernama Alexander Truvanof, kata Duta Besar Rusia untuk Israel Anatoly Viktorov pada Sabtu.
“Saya menyambut pembebasan pada 15 Februari terhadap tiga warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza sebagai bagian dari kesepakatan antara Israel dan Hamas,” kata Viktorov dalam sebuah pernyataan yang diperoleh RIA Novosti.
“Dengan semua kesulitan yang ada, mereka akhirnya akan bisa berkumpul kembali dengan orang-orang yang mereka cintai,” katanya menambahkan.
“Sangat menggembirakan bahwa Alexander Trufanov, yang juga memegang kewarganegaraan Rusia, termasuk di antara mereka yang dibebaskan, dan kami telah melakukan segala upaya yang mungkin untuk menyelamatkannya,” ujar dia lebih lanjut.
Masalah pembebasan Trufanov dari tahanan menjadi prioritas bagi para diplomat Rusia, yang telah melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memastikan bahwa ia dimasukkan dalam daftar orang-orang yang akan dibebaskan pada tahap pertama kesepakatan, kata Viktorov.
Viktorov menambahkan bahwa dia sangat bahagia untuk keluarga Trufanov, terutama untuk ibu dan neneknya, yang telah menjalin kontak dengan para diplomat Rusia sepanjang waktu sejak pembebasan mereka pada November 2023.
“Saya berharap dapat secara pribadi mengucapkan selamat kepada Alexander dan keluarganya atas kembalinya dia ke kehidupan normal sepenuhnya,” tambah duta besar Rusia itu.
Alexander Trufanov, ibunya Elena Trufanova, nenek Irena Tati dan tunangannya Sapir Cohen, disandera di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Ayah Alexander, Vitaly, tewas dalam serangan Hamas. Elena, Irena, dan Sapir dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata pertama di Jalur Gaza pada akhir November 2023. Pembebasan mereka dilakukan sebagian besar berkat upaya Rusia.
Gencatan senjata berlaku di Jalur Gaza sejak 19 Januari, menyusul kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk menukar sandera Israel dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Kesepakatan itu didukung oleh Qatar, Mesir, dan AS, yang mendirikan pusat koordinasi di Kairo.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Rusia tidak ingin perang skala penuh terjadi di Timur Tengah
Baca juga: Putin: Timteng sulit, penderitaan rakyat Palestina harus dihentikan
Baca juga: Pejabat Palestina: Rusia dapat berperan penting stabilkan Timur Tengah
Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Menlu Jepang: Tokyo-Moskow perlu saling memahami
- Kemarin 14:40
Rekomendasi lain
Cara cek KTP online dengan mudah
- 2 Agustus 2024
Niat Shalat Jumat, Arab dan latin beserta artinya
- 29 Agustus 2024
Profil Sulaiman Agusto, Cawagub Pilkada Sulawesi Tengah 2024
- 5 September 2024
Naik KRL bisa bayar pakai GoPay, ini caranya
- 9 Agustus 2024
Berapa lama jam kerja operasional bank di Indonesia?
- 11 Oktober 2024
Hukum merokok dalam Islam
- 18 September 2024