
Pengamat nilai pembangunan pusat data perlu dibarengi keterampilan SDM
- Sabtu, 15 Februari 2025 17:57 WIB

Jakarta (ANTARA) – Pengamat Keamanan Siber Alfons Tanujaya menilai pembangunan pusat data juga perlu dibarengi oleh keterampilan sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya sehingga pengelolaan dan keamanannya sesuai dengan standar yang baik.
“Hal yang penting kita ketahui adalah kalau memang kita memutuskan untuk mengelola data sendiri, contohnya pemerintah, memang perlu dikelola dengan standar yang baik. Jadi jangan sampai terkesan bahwa yang penting ada data center, yang penting fisiknya ada,” kata Alfons saat dihubungi ANTARA pada Sabtu.
Alfons menekankan pentingnya sumber daya manusia yang terampil untuk mengimbangi pembangunan pusat data. Menurutnya, banyaknya pusat data tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak dikelola sesuai dengan standar.
Baca juga: Pembangunan PDN Cikarang ditargetkan rampung akhir kuartal satu 2025
“Jadi lebih baik sambil belajar, training orang sampai jago ya mungkin satu tahun atau dua tahun,” katanya.
Sembari melatih sumber daya manusia, pengelolaan data terpadu, terutama yang bersifat kurang sensitif, dapat dilakukan dengan menggaet pengelola swasta dari dalam negeri.
“Bisa ditaruh di data center komersial dalam negeri, taruh di Biznet, taruh di CBN, atau cloud, yang dikelola dalam negeri jadi kalau ada apa-apa mereka kan tanggung jawab karena mereka organisasi di Indonesia. Saya pikir pendekatan itu malah lebih realistis, dan lebih aman, dan lebih efisien,” kata dia.
Diketahui, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa Pusat Data Nasional (PDN) ditargetkan sudah bisa beroperasi pada akhir Maret 2025.
“Insya Allah, tolong mohon doa, itu mungkin di akhir Maret sudah bisa running,” kata Meutya.
Baca juga: Menkomdigi jelaskan alasan pembangunan PDN Batam tak dilanjutkan
“Jadi, yang kami lakukan selama dua bulan ini adalah mempersiapkan hal tersebut bisa berjalan menuju target di bulan Maret,” kata dia.
Meutya mengemukakan bahwa Indonesia akan memiliki sistem pusat data yang lebih baik dari sebelumnya setelah pembangunan Pusat Data Nasional di Cikarang, Jawa Barat, rampung.
Pembangunan Pusat Data Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan digital serta mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor di Indonesia.
PDN Cikarang akan menjadi pusat data pertama yang dimiliki oleh pemerintah.
Dengan hadirnya pusat data tersebut, data-data lintas kementerian dan lembaga pemerintah yang saat ini masih terpisah-pisah akan bisa diintegrasikan.
Kehadiran pusat data nasional diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data pemerintahan dan penyelenggaraan layanan digital bagi masyarakat.
Baca juga: Menkomdigi: Ke depan lokasi PDN tak mungkin diungkap ke publik
Baca juga: Menkomdigi sebut operasional PDN mungkin alami keterlambatan
Baca juga: Kemenkominfo percepat pemaduan layanan digital nasional
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Pakar sebut gawai terlalu banyak aplikasi rentan diretas
- 27 April 2023
Pro dan kontra aturan ruang digital
- 4 Agustus 2022
Basmi pinjol dengan hukum dan perlindungan data pribadi
- 25 Oktober 2021
Pengalaman WFH kena Zoombombing, kenapa bisa terjadi?
- 16 April 2020
Pembangunan PDN Cikarang ditargetkan rampung akhir kuartal satu 2025
- 13 Februari 2025
Menkomdigi jelaskan alasan pembangunan PDN Batam tak dilanjutkan
- 4 Februari 2025
Pusat Data Nasional ditargetkan beroperasi akhir Maret 2025
- 13 Januari 2025
Rekomendasi lain
Doa niat puasa qadha Ramadhan karena haid lengkap dengan artinya
- 17 Januari 2025
Kapan jadwal ujian SKD CPNS 2024?
- 29 September 2024
Daftar nama negara dan ibukota di wilayah Asia Pasifik
- 15 Agustus 2024
Profil singkat jajaran direksi baru PT Pertamina
- 5 November 2024
Cek pajak kendaraan online di Jakarta
- 20 Agustus 2024
Cara top up DANA melalui Alfamart dan M-Banking
- 19 Agustus 2024