
Antisipasi cuaca ekstrem, DKI kembali lakukan modifikasi cuaca
- Sabtu, 15 Februari 2025 16:55 WIB

Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem.
“Langkah ini diambil sebagai upaya merespon potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada periode waktu tersebut”, kata Juru Bicara OMC Tahun 2025 sekaligus Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Michael Sitanggang dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Michael menjelaskan, pelaksanaan OMC pada hari pertama, Jumat (14/2) telah dilakukan sebanyak dua sorti penerbangan dan menggunakan bahan semai sebanyak 1.600 kilogram (kg) garam (NaCl).
Misi operasi pada hari pertama menargetkan wilayah sasaran penyemaian di sekitar Selat Sunda dan Barat Laut Jakarta pada sorti 1. “Sedangkan pada sorti 2 menyasar pada wilayah target Barat Daya Jakarta,” katanya.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI).
Baca juga: DKI kembali lakukan modifikasi cuaca untuk kurangi potensi banjir
Baca juga: Hari kedua, barat dan utara Jakarta jadi fokus modifikasi cuaca
Supervisi Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Fikri Nur Muhammad menyatakan, pada dasarian II Februari 2025 terdapat pertumbuhan awan lebih dari 70 persen merata di wilayah Jawa bagian barat termasuk DKI Jakarta.
Pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat secara umum memiliki potensi tinggi. “Prediksi kelembaban udara di setiap lapisannya cukup lembab mencapai 90 persen,” katanya.
Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengapresiasi kolaborasi pada OMC 2025 yang berhasil mengurangi curah hujan di Jakarta.
Berdasarkan data BMKG, kegiatan OMC kali ini berhasil menurunkan curah hujan 56 hingga 64 persen. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berupaya dalam mengurangi risiko bencana bagi masyarakat.
“Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi guna melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang,” kata Teguh di Jakarta, Senin (10/2).
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Pemprov DKI apresiasi modifikasi cuaca berhasil kurangi curah hujan
- 10 Februari 2025
BMKG: Curah hujan di Jakarta berhasil di turunkan 60 persen
- 9 Februari 2025
6,4 ton garam disemai di langit Jakarta selama modifikasi cuaca
- 6 Februari 2025
Modifikasi cuaca kurangi intensitas hujan hingga 54 persen
- 5 Februari 2025
Rekomendasi lain
Berapa minimal top up di aplikasi DANA untuk setiap metode?
- 19 Agustus 2024
Berapa gaji PPPK 2024 setelah lolos seleksi?
- 18 Desember 2024
Rute KRL Jabodetabek lengkap berikut tarifnya
- 2 Agustus 2024
Sosok Harun Masiku, eks kader PDIP yang jadi buronan KPK sejak 2020
- 25 Desember 2024
Profil Ahmad Luthfi, calon gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra
- 3 September 2024
Lirik lagu “L” oleh HAL
- 17 September 2024
Cara cek bansos pakai KTP, bisa online via ponsel
- 24 Juli 2024