Pemkab Ende imbau peternak jalankan biosekuriti cegah Flu Babi

Pemkab Ende imbau peternak jalankan biosekuriti cegah Flu Babi

  • Selasa, 11 Februari 2025 23:56 WIB
Pemkab Ende imbau peternak jalankan biosekuriti cegah Flu Babi
Ilustrasi: Peternakan babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (ANTARA/HO-Dinas Peternakan Provinsi NTT)

Lakukan biosekuriti kandang dengan penyemprotan desinfektan sehingga virus tidak mudah menyerang ternak babi

Labuan Bajo (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan setempat mengimbau para peternak babi menjalankan biosekuriti kandang untuk mencegah penularan penyakit African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi di daerah tersebut.

“Lakukan biosekuriti kandang dengan penyemprotan desinfektan sehingga virus tidak mudah menyerang ternak babi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende Gadir H Ibrahim ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Selasa.

Ia menambahkan hal penting lainnya yang harus dilakukan para peternak adalah menjaga sanitasi kandang dan selalu menjaga kebersihan kandang ternak babi.

Baca juga: Indonesia bentuk Satgas Penyakit Demam Babi Afrika

“Kami juga sarankan untuk sementara jangan konsumsi daging dari daerah luar, seperti daerah tetangga, baik dalam bentuk segar maupun olahan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan hingga saat ini Kabupaten Ende bebas dari penularan ASF.

Namun demikian, lanjutnya, terdapat sejumlah kematian ternak babi secara mendadak yang dilaporkan peternak sehingga Dinas Peternakan dan Peternakan Kabupaten Ende telah mengirimkan beberapa sampel darah ternak babi itu ke Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali.

Baca juga: Pemkab: Tak ada lagi kasus kematian babi karena ASF di Nagekeo NTT

“Kemarin ada laporan dokter bahwa setelah diberi suntikan dan obat kepada ternak babi yang sakit itu kembali sehat, tapi tetap saya perintahkan untuk tetap segera mengirimkan sampel darahnya untuk dicek,” katanya.

Pengecekan sampel sangat penting dilakukan, kata dia, untuk memastikan apakah ternak babi terpapar ASF atau tidak, sehingga dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, sekaligus sebagai acuan dalam mengambil langkah penanganan oleh pemerintah daerah.

“Tahun 2024 lalu kami kirimkan sampel ke Denpasar tidak terkonfirmasi ASF, sampelnya juga kami cocokkan antara yang kami kirimkan ke laboratorium di Sikka dan Denpasar hasilnya negatif,” katanya.

Baca juga: Pemkab Nagekeo larang ternak babi masuk dari wilayah tertular ASF

Pewarta: Gecio Viana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *