Negara-negara Arab kembali tolak rencana Trump merelokasi warga Gaza

Negara-negara Arab kembali tolak rencana Trump merelokasi warga Gaza

  • Sabtu, 1 Februari 2025 21:56 WIB
Negara-negara Arab kembali tolak rencana Trump merelokasi warga Gaza
Negara Arab kembali menolak rencana Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza. /ANTARA/Anadolu/py

Ankara (ANTARA) – Pertemuan menteri enam negara Arab di Kairo pada Sabtu (1/2) dengan tegas menolak adanya pemindahan warga Palestina dari Gaza, dan menegaskan kembali pelaksanaan solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Pertemuan yang berlangsung atas undangan Mesir dan dihadiri oleh wakil dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Yordania, Palestina, dan Liga Arab ini mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya bekerja menuju perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut juga menyatakan dukungan untuk kolaborasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam upaya mencapai perdamaian komprehensif di wilayah tersebut, yang didasarkan pada solusi dua negara.

Negara-negara peserta mengungkapkan penolakan kuat terhadap segala upaya yang melanggar hak-hak tak terpisahkan dari warga Palestina.

Hal itu termasuk aktivitas pemukiman, pengusiran paksa, penghancuran rumah, aneksasi tanah, atau langkah-langkah apa pun yang mendorong pengungsian atau pemindahan warga Palestina dari tanah mereka.

Enam negara tersebut menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya kekuatan dunia dan Dewan Keamanan PBB, untuk segera mengambil tindakan menuju pelaksanaan solusi dua negara.

Pertemuan ini diadakan setelah pernyataan berulang dari Trump yang menyarankan untuk “membersihkan” Gaza dan memindahkan warga Palestina ke Mesir dan Yordania, menggambarkan wilayah tersebut sebagai “tempat pembongkaran.”

Namun, kedua negara tersebut dengan tegas menolak setiap seruan untuk pengungsian atau pemindahan warga Palestina dari tanah mereka.

Usulan Trump muncul setelah perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku di Gaza pada 19 Januari, menghentikan sejenak perang Israel, yang telah menewaskan lebih dari 47.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.

Serangan Israel tanpa jeda itu telah mengubah Gaza menjadi puing-puing dan reruntuhan.

Usulan Trump tersebut mendapat kecaman luas, dengan para kritikus menyebutnya sebagai “pembersihan etnis” dan “kejahatan perang.”

Banyak negara di dunia Muslim dan Arab, serta negara-negara Eropa seperti Prancis, dengan tegas menolak gagasan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Warga Mesir berunjuk rasa dekat Rafah tolak relokasi warga Palestina

Baca juga: Mesir tegaskan tak mau terlibat dalam pemindahan paksa warga Palestina

Baca juga: Palestina desak semua negara menolak rencana relokasi secara terbuka

Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *