
BKN pastikan sistem merit ASN diperkuat dengan pengawasan preventif
- Sabtu, 1 Februari 2025 15:06 WIB

dalam pelaksanaan pengawasan sistem merit menjadi tugas BKN, sedangkan dalam penetapan kebijakan pengawasannya menjadi tugas Kementerian PANRB
Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif memastikan pengawasan penerapan sistem merit aparatur sipil negara (ASN) harus diperkuat dengan upaya pengawasan secara preventif dan represif.
Hal ini perlu dilakukan selama masa transisi guna mencegah dan meminimalkan pelanggaran-pelanggaran manajemen ASN pasca terbitnya Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 yang berdampak pada penambahan tugas fungsi BKN khususnya dalam pengawasan sistem merit.
“Banyak sekali potensi pelanggaran yang dilakukan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) berkaitan dengan pengadaan dan perlindungan hak ASN, terutama pada pola karier, pengembangan karier, dan mutasi pegawai. Untuk itu penegakan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) harus dilakukan oleh seluruh pejabat pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mewujudkan birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Zudan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: BKN-KemenPANRB bahas penataan non-ASN dan lanjutan Seleksi PPPK 2024
Ia juga menuturkan bahwa pengalihan fungsi pengawasan sistem merit yang menjadi tugas tambahan BKN ini menjadi salah satu acuan bagi BKN dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian manajemen ASN.
Pengalihan pelaksanaan pengawasan sistem merit dalam manajemen ASN yang sebelumnya diemban oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) ini juga telah diatur melalui Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2024 yang mengatur pembagian peran antara BKN dan Kementerian PANRB dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan sistem merit.
Adapun dalam pelaksanaan pengawasan sistem merit menjadi tugas BKN, sedangkan dalam penetapan kebijakan pengawasannya menjadi tugas Kementerian PANRB.
Menurut dia, pengawasan sistem merit yang dilakukan BKN meliputi pengawasan pelaksanaan norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN. Untuk pengawasan pelaksanaan penerapan sistem merit dalam kebijakan dan manajemen ASN pada instansi pemerintah, kemudianmenjaga netralitas pegawai ASN dan pengawasan atas pembinaan profesi ASN.
Baca juga: BKN: Manajemen talenta ASN era digital dukung Astacita Prabowo-Gibran
“Dengan adanya penambahan tugas ini, tentu beban BKN ke depan semakin berat. Untuk itu mengawali tahun 2025 ini banyak yang harus kita persiapkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Zudan juga menekankan kepada seluruh jajarannya untuk fokus pada realisasi yang berdampak dan memberikan manfaat bagi instansi pusat maupun daerah.
Adapun pengawasan penerapan sistem merit dalam pengelolaan manajemen ASN ini telah dilakukan penilaian dan evaluasinya pada Desember 2024 lalu.
Terhitung ada 98 Kementerian/Lembaga/Daerah yang memperoleh predikat Sangat Baik dan Baik. Atas perolehan penilaian tersebut, apresiasi berupa penghargaan ini dilakukan untuk meningkatkan penerapan sistem merit pada instansi pemerintah, khususnya dalam pelaksanaan meritokrasi.
Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Kepala BKN: ASN muda harus komit terhadap profesinya
- 24 Januari 2025
Mendagri nilai kapasitas Zudan Arif layak jadi Kepala BKN
- 14 Januari 2025
Rekomendasi lain
Kejaksaan Agung buka formasi untuk 9.694 CPNS 2024
- 22 Agustus 2024
Profil Abdul Faris Umlati “AFU” Cagub Papua Barat Daya 2024
- 6 September 2024
4 cara mengecek NIK e-KTP tanpa ke Kantor Dukcapil
- 2 Agustus 2024
Rincian gaji dan tunjangan anggota DPRD
- 11 Oktober 2024
10 orang terkaya Indonesia 2025 versi Forbes: Siapa saja mereka?
- 10 Januari 2025
Jadwal pencairan dan cara cek NIK KTP penerima Bansos PKH 2025
- 15 Januari 2025