
inDrive integrasikan teknologi AI pada layanan ride hailing
- Jumat, 31 Januari 2025 17:05 WIB

Jakarta (ANTARA) – Platform layanan mobilitas global inDrive mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial (AI) para layanan ride-hailing di 2025.
“Dengan adanya AI, inDrive secara berkala mulai mengkonfigurasi sistem dalam aplikasinya, bertujuan untuk memberikan respons yang lebih cepat dan tanggap,” ujar Communication Manager inDrive Indonesia Wahyu Ramadhan dalam rilis pers yang diterima, Jumat.
Teknologi AI di inDrive memungkinkan prediksi permintaan yang lebih akurat, pencocokan pengemudi dan penumpang yang lebih efisien, serta pengurangan waktu tunggu.
Baca juga: InDrive komitmen perluas layanan ke lebih banyak negara di 2025
Chatbot berbasis AI menghadirkan solusi layanan pelanggan yang lebih responsif, sementara pemantauan keamanan real-time meningkatkan perlindungan bagi pengguna dan pengemudi.
Adapun model hybrid employment menjadi solusi bagi pekerja lepas, dengan menggabungkan fleksibilitas kerja lepas dengan perlindungan seperti asuransi kesehatan.
“inDrive terus berusaha meningkatkan pelayanan bagi para pengguna dan pengemudi, sambil tetap mengikuti perkembangan teknologi untuk memastikan pengalaman yang lebih baik bagi semua pihak,” kata Wahyu.
Baca juga: InDrive perbarui sistem keamanan melalui kiat dan pembelajaran mesin
inDrive juga memiliki model “name your price”, yang memungkinkan pengguna bernegosiasi tarif, menciptakan pengalaman yang lebih terjangkau dan adil.
Selain itu, dengan strategi hyper-local, layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi dan budaya di wilayah tertentu, termasuk kota Tier 2 dan Tier 3 yang sebelumnya kurang terlayani.
Integrasi berbagai moda transportasi seperti ride-hailing, sepeda, skuter listrik, dan transportasi umum membuat mobilitas di kawasan urban lebih lancar. Dengan sistem multi-moda berbasis AI, perjalanan menjadi lebih cepat, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Baca juga: inDrive merilis film dokumenter “Inner Drive”
Aplikasi ride-hailing kini juga berkembang menjadi super-app dengan berbagai layanan tambahan, seperti belanja online, pembayaran digital, dan logistik dalam satu platform.
Adapun di sektor pengiriman, AI membantu merencanakan rute optimal serta menggabungkan pesanan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Teknologi otomatisasi logistik juga mempercepat pemrosesan pesanan dengan biaya lebih rendah, seiring dengan meningkatnya permintaan e-commerce.
Baca juga: inDrive gandeng CHUBB untuk tingkatkan standar keselamatan pengguna
Baca juga: InDrive kembangkan ekosistem startup Indonesia lewat program UpDrive
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
InDrive komitmen perluas layanan ke lebih banyak negara di 2025
- 4 Desember 2024
inDrive merilis film dokumenter “Inner Drive”
- 4 Juni 2024
inDrive gandeng CHUBB untuk tingkatkan standar keselamatan pengguna
- 26 Februari 2024
inDrive komitmen perkuat bisnis di Indonesia
- 6 Juli 2023
Rekomendasi lain
Mengenal aplikasi cek bansos dan cara aktivasinya
- 24 Juli 2024
Profil Andi Sumangerukka “ASR”, Cagub Sulawesi Tenggara Pilkada 2024
- 6 September 2024
Surat Al Fatihah: Arab, Latin beserta makna dan keutamaannya
- 6 Agustus 2024
Profil Hanif Faisol Nurofiq, kandidat menteri di kabinet Prabowo
- 16 Oktober 2024
Cara download DuckDuckGo dengan mudah
- 10 Agustus 2024
Doa cari jodoh agar dapat pasangan tepat
- 18 Juli 2024
Jadwal dan tahapan Pilkada 2024
- 2 September 2024
Formasi CPNS Kemensos 2024, ada khusus penempatan IKN
- 24 Agustus 2024